<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759</id><updated>2012-01-07T03:00:21.234-08:00</updated><title type='text'>Weblog Siapa?</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>34</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-114371835406461696</id><published>2006-03-30T03:32:00.000-08:00</published><updated>2006-03-30T03:32:34.096-08:00</updated><title type='text'>Godaan</title><content type='html'>Sejak kecil saya menyukai cerita nabi-nabi, jika kebetulan ibu lagi ke pasar yang saya tunggu adalah ia akan membelikan sebuah buku berisi kisah para nabi. Nabi Yusuf adalah salah satu favorit saya. Ia diceritakan sangat tampan dan pintar. Tentang ketampanannya, di sekolah saya diberikan pengandaian jika sebuah bulan purnama itu dibelah, setengah belahannya akan menjadi milik Yusuf, seperempatnya adalah Muhammad dan seperempatnya lagi dibagi-bagi kepada seluruh manusia yang pernah ada di bumi ini. Jadi seganteng apapun anda, tidak akan bisa mengalahkan Yusuf  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi perjalanan hidup Yusuf tidak semulus parasnya, setelah dikhianati oleh saudara-saudaranya dan berpisah dari ayah yang dicintainya, Yakub, ia akhirnya dijual ke saudagar kaya di Mesir sebagai budak. Saudagar itu adalah Qifthir dan mempunyai seorang istri bernama Zulaikha. Yusuf dewasa yang selama itu telah bekerja untuk tuannya ternyata menarik perhatian Zulaikha hingga suatu saat ia menggoda Yusuf untuk melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan kepadanya. Setelah menutup semua pintu-pintu, Zulaikha pun semakin gencar melaksanakan aksinya hingga Yusuf hampir terpedaya dan melakukan perbuatan yang dikehendaki Zulaikha. Tetapi, pada akhirnya dengan keimanan yang kuat, Yusuf berhasil menghindarinya dengan cara berlari ke pintu dengan tangan Zulaikha yang berhasil menarik baju Yusuf hingga robek bagian belakangnya. Tak disangka, Qifthir berada di depan pintu, Zulaikha dengan cepat membaca keadaan itu dan malah berkata kepada suaminya, “Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?". Yusuf tidak berusaha menyerang balik wanita itu dengan perkataan kasar atau perbuatan lain yang seharusnya pantas ia lakukan untuk membela dirinya karena bukan permasalahan kecil yang dihadapinya, ia hanya menjawab dengan sepotong kalimat, “Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)" Kasus itu memang akhirnya memutuskan bahwa Zulaikha lah yang bersalah dengan bukti baju Yusuf yang robek dibelakang sebagai tanda bahwa Zulaikha yang memaksa Yusuf untuk melakukan perbuatan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zulaikha sebagai istri pesohor Mesir tidak terima dengan hal itu, apalagi ia dipermalukan dengan ucapan Qifthir kepadanya, “Sesungguhnya (kejadian) itu adalah diantara tipu daya kamu, sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar dan mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah.” Maka ia mengundang seluruh wanita-wanita terkemuka Mesir pada saat itu untuk melakukan perjamuan makan di rumahnya karena atas perlakuannya terhadap Yusuf ia telah menjadi bahan pergunjingan seluruh Mesir. Ia ingin membuktikan bahwa walaupun ia telah bersalah adalah wajar jika ia ingin melakukan perbuatan itu kepada Yusuf. Ketika wanita-wanita itu telah berkumpul disuruhlah Yusuf untuk keluar agar mereka dapat melihatnya. Seketika tercenganglah wanita-wanita itu sampai sebagian mereka tidak sadar bahwa jari mereka terluka terkena pisau yang mereka pegang. Dan berkatalah Zulaikha, “Itulah dia orang yang kamu cela aku karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuf seolah-olah mengetahui posisinya, bahwa Zulaikha memang sangat tertarik kepadanya dan jika ia tidak keluar dari permasalahan ini maka permasalahan yang lebih besar akan timbul, bukan hanya posisinya sebagai budak tetapi juga tuannya telah berbuat baik padanya selama ia sebagai budak. Pula dari awal ia telah mengatakan, “Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.” Sekarang ataupun nanti. Ia akhirnya memilih untuk keluar dari lingkaran permasalahan dengan memilih untuk dimasukkan ke dalam penjara, ia mengatakan, “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” Dan dipenjaralah Yusuf sampai akhirnya ia dikeluarkan untuk membantu pemerintahan Mesir sebagai bendaharawan dan menemui Zulaikha telah tersadar akan perbuatannya yang salah, “Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sih tidak bisa disamakan kehidupan Yusuf dengan kita sekarang, kita mempunyai  banyak pilihan untuk menghindari semacam godaan tadi dan tidak harus masuk penjara untuk menghindari permasalahan itu. Tetapi ada dua hal yang menurut saya penting dari cerita nabi tampan diatas menyangkut tentang permasalahan godaan-godaan yang banyak diperbincangkan orang-orang yang merasa berkepentingan untuk membasminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal pertama adalah godaan itu tidak akan pernah selesai walaupun dihadang bagaimanapun. Ia akan berubah menjadi bentuk yang lain jika bentuk sebelumnya dihadang. Ia akan mengelabui manusia yang bertindak sebagai pembasminya melalui jalan menyerupai teman dan bahkan menyusupi manusia-manusia yang dikira dapat dilindungi oleh para manusia pembasmi godaan itu. Tidak heran, terkadang dalam keseharian kita berkata, “kok bisa?” menyangka tidak mungkin sesuatu yang buruk akan terjadi dan, “padahal kan…” menyangka bahwa senjata untuk membasmi godaan itu sudah dimiliki manusia-manusia yang terlibat dalam sesuatu yang buruk itu. Mungkin ada yang dilupakan oleh manusia pembasmi godaan itu bahwa godaan itu sama tuanya dengan umur manusia itu sendiri. Ia telah ada dan akan selalu ada. Jikalau pengalamannya sama canggihnya dengan manusia, bagaimana akan menghilangkannya? Seperti Yusuf, setelah gagal diperdaya godaan tadi, maka godaan tadi berubah menjadi ancaman. Eh tetapi Yusuf berhasil mengatasi godaan itu dan menang? Itu menyangkut hal yang ke dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal kedua adalah bagaimana memperlakukan godaan. Godaan ada dengan sebab dan Yusuf mengerti sebabnya. Zulaikha sangat menginginkan dirinya dan mengundang wanita-wanita Mesir sudah menggambarkan betapa besar ketertarikan Zulaikha terhadapnya. Dan Yusuf adalah penyebab godaan itu. Jika ia tidak berada di sekitar Zulaikha lagi maka godaan itu akan berangsur-angsur hilang dan penjara adalah tempat Yusuf untuk tidak berada di sekitar Zulaikha. Seperti pengalaman Yusuf, godaan yang akan dibasmi itu pasti ada penyebabnya dan selama itu masih ada godaan akan terus menghantui. Dan hal yang tidak dilihat dari manusia pembasmi godaan itu adalah penyebab adanya godaan tersebut. Mereka terpedaya dengan liukan dan keindahan tarian godaan itu. Dikiranya godaan itu adalah masalahnya padahal mereka hanya tidak bisa menemukan tempat persembunyian yang dilakukan godaan untuk menyembunyikan penyebab keberadaannya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga mereka, manusia-manusia itu mendengar teriakan-teriakan penyebab yang hampir putus asa tak terdengar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-114371835406461696?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/114371835406461696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=114371835406461696' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/114371835406461696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/114371835406461696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2006/03/godaan.html' title='Godaan'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-114354232339403426</id><published>2006-03-28T02:36:00.000-08:00</published><updated>2006-03-28T02:38:43.423-08:00</updated><title type='text'>Ulama</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu ketika hendak menonton Sekaten di alun-alun utara, di tengah jalan hampir mendekati perempatan kantor pos besar tiba-tiba terlihat spanduk yang mengumumkan ada pameran foto di Benteng Vredeburg. Dari kos, tujuan awal adalah ingin melihat pameran rakyat tapi malah jadi ke pameran foto. Foto-foto yang ditampilkan  adalah karya fotografer Jepang Daisaku Ikeda dan beberapa fotografer Indonesia. Judul dari pameran ini adalah Dialogue with Nature. Sesuai dengan judulnya, objek utama yang ditampilkan tentu saja adalah alam dengan berbagai keindahannya. Daisaku Ikeda mengumpulkan keindahan-keindahan alam yang berserakan itu dari berbagai belahan dunia yang pernah dikunjunginya. Matahari adalah objek alam yang paling banyak diceritakan oleh Ikeda karena menurut profilnya, matahari adalah objek kedua yang mempesona hatinya setelah bulan setelah ia memulai kegemarannya memfoto. Daisaku Ikeda sebenarnya merupakan fotografer amatir yang baru mengenal kamera ketika ia berumur 43 tahun, yaitu pada saat ia mendapatkan hadiah sebuah kamera Nikkon dari seorang temannya. Bulan yang terpantul di sebuah kolam sangat menarik hatinya ketika ia sedang dalam perjalanan menuju kota Hokkaido sehingga ia menghentikan mobilnya hanya untuk mengambil 100 foto pantulan dari bulan tersebut. Daisaku dalam mengambil foto selalu membidiik dari depan dadanya hal ini akunya adalah karena ia mengambil foto melalui hatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikeda mengatakan bahwa ia tidak pernah menjadi seorang fotografer professional dan ia hanya ingin berbagi, ia mengatakan, “Saya sangat senang jika saya dapat membagi, walaupun hanya sedikit, kegembiraan saya menyatu dengan kemegahan alam, “cermin dari hati”. Dalam jaman yang kacau seperti ini, adalah penting bagi kita untuk berhenti sejenak dari waktu ke waktu, menghela nafas yang dalam, dan melihat ke kedalaman diri sendiri dan dunia sekitar waktu.” Melalui fotonya, Ikeda seolah-olah ingin mengajak kita bukan hanya mengagumi keindahannya, tetapi juga selalu mengambil pesan yang selalu disampaikan oleh alam kepada kita, yaitu kedamaian dan ketenangan. Betapa matahari yang beredar secara teratur berpadu dengan awan dan sungai akan membentuk suasana yang damai dan indah. Betapa musim yang bergantian secara teratur memanggil bunga-bunga atau mengugurkannya sehingga membentuk pemandangan yang berbeda dengan keindahannya sendiri-sendiri. Betapa betapa ketika panen tiba, alam menyampaikan limpahan dari Yang Kuasa untuk  manusia. Dengan alam, seolah-olah Ia selalu dekat walaupun kita tidak merasakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikeda menyampakai pesan alam dengan fotonya dan mengajak kita untuk berdialog dengannya. Bagi saya, fotonya tetap lebih dari itu. Foto itu pun mengajak kita berdialog kepadaNya lewat kekuasaan ciptaanNya. “Saya selalu menekan tombol kamera dengan keinginan kuat untuk berdialog dengan alam. Hanya ketika kita, manusia, terhubung dengan alam, kita akan merasa hidup dan bersemangat. Untuk betul-betul dapat dipenuhi dengan hidup, seseorang harus berada di bawah matahari, bulan dan bintang-bintang yang bersinar, dikelilingi oleh pepohonan hijau yang indah dan air murni dari dunia yang alami.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat salah satu firman Allah di Fathir 27-28, Ia menyampaikan hanya orang-orang yang berpengetahuanlah yang takut kepada Allah. Ia berfirman, &lt;br /&gt;“Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat. Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ulama disana adalah berarti orang-orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, saat itu Daisaku Ikeda adalah seorang ulama yang berhasil menunjukkan salah satu kekuasaan Allah lewat keindahan alam yang diabadikannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-114354232339403426?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/114354232339403426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=114354232339403426' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/114354232339403426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/114354232339403426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2006/03/ulama.html' title='Ulama'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-114304650714653422</id><published>2006-03-22T08:52:00.000-08:00</published><updated>2006-03-22T08:55:07.190-08:00</updated><title type='text'>Membandingkan</title><content type='html'>Saya tahu masalah yang dibahas memang tidak menarik tetapi entah mengapa saya tetap "gatal" untuk menulisnya disini. Ceritanya begini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Agama bagi saya adalah untuk ditaati dan dijalankan, bukan untuk dibanding-bandingkan.” Sebuah komentar serius yang dilontarkan dengan santai oleh seorang teman di kantin kampus pada jam makan siang. Secara pasti komentar itu pasti ditujukan kepada saya karena teman bicaranya pada saat itu hanyalah saya. Saya hanya tersenyum membalasnya komentarnya dengan sedikit berdehem sok wibawa. Saya kemudian mengalihkan pembicaraan pada topik yang lebih menarik untuk dibicarakan pada siang itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perjalanan pulang dari kampus, saya kembali memikirkan komentar teman saya tersebut. Saya mencoba mengerti apa yang dimaksud dengan kata banding dengan segala variasinya. Sederhananya bagi saya kata banding digunakan untuk menilai atau memahami suatu hal dengan memposisikan hal itu dengan hal yang lain. Digunakan untuk menilai karena dengan melewati kata banding suatu hal itu akan lebih jelas diketahui. Suatu hal itu kemudian akan dapat diberikan identitas. Begitu pula dengan suatu hal yang dianggap sebagai pembanding itu pun menjadi jelas posisinya apa dan dimana. Dengan demikian bagaimana kita mengetahui bagaimana kita memperlakukan hal-hal yang dibandingkan tersebut. Saya rasa, kata banding itu sangat cocok dengan watak manusia yang selalu ingin mengetahui. Manusia mengetahui dan menyadari sesuatu karena membandingkannya dengan apa yang ia dapat sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang menjadi perhatian saya adalah penempatan kata banding di kalimat itu yang berada di setelah kata bukan. Disarankan aktivitas membanding-bandingkan untuk tidak dilakukan karena tidak tepat atau bahkan salah, begitu kira-kira yang bisa dimengerti dari kalimat itu. Lebih baik agama itu dijalankan saja, janganlah melihat ke sekitar anda apalagi mencoba untuk menanyakan agama itu sendiri yang diwakilkan dengan kata ditaati. Karena ini berbicara tentang agama, agaknya logika demikian tidak sejalan dengan apa yang saya pahami dalam Islam. Walaupun seorang awam saya rasa tidak ada salahnya untuk setiap saat mencoba menjadi religius. Saya paling terkesan dengan kalimat tanya retorik Al Qur’an yang menyertakan frase “apakah sama”. Disini Al Qur’an jelas membandingkan dua hal dengan tujuan Muslim mengambil kesimpulan jalan atau figure mana yang akan mereka contoh. Bahkan dalam Surah An Nahl Allah membandingkan dirinya dengan suatu yang lain agar Muslim melihat bahwa Ia memang pantas disembah. Allah menjelaskan bahwa diriNyalah yang menggerakkan sistem kehidupan di dunia ini dengan menurunkan air hujan, menumbuhkan tumbuhan untuk dimanfaatkan manusia, mengatur hubungan tata surya, gunung dan laut serta segalanya. Kemudian di ayat 16, Allah bertanya, “Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa) ?. Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran.” Saya rasa Tuhan menginginkan manusia untuk tidak hanya menjalankan begitu saja apa yang diperintahkan tetapi Ia memberikan manusia segala sarana untuk mempertanyakan, membandingkan, menganalisa, dan segala usaha lainnya yang manusia ingin melewatinya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin melihat kepada Ibrahim. Karena bagi saya, ialah manusia pertama yang mempunyai iman sejati melewati pengalaman, pertanyaan dan pemberontakan beliau. Surah Al An’aam 74 - 79, Allah membuka cerita sejarah itu dengan pertanyaan Ibrahim kepada ayahnya, “Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan?” dan kemudian mulai memperlihatkan tanda-tanda yang nanti membuat Ibrahim berpikir, pertama diperlihatkanlah bintang, “Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam.". Setelah itu bulan, “Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat." Kemudian matahari, “Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.” Dan akhirnya beliau mengambil kesimpulan, “Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan” Dari cerita ini, saya memahami bahwa dengan melewati perbandingan, iman sejati itu akan tumbuh dengan sendirinya dan agama menjadi tidak sekedar “menjalankan dan menaati”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak pernah bisa menerima beberapa Muslim yang sangat paranoid dengan kata perbandingan apalagi menyangkut masalah agama. Almarhum Mukti Ali memberikan 10 poin pentingnya perbandingan agama di dalam bukunya “ilmu perbandingan agama” yang mana kesemuannya adalah agar Muslim semakin yakin akan keislamannya. Dengan mengetahui, membandingkan kemudian memahami berbagai kehidupan batin dan alam pikiran manusia tentang agama dan Tuhan semakin mendewasakan pengalaman keagamaan yang ia peluk. Tentang agama yang dibandingkan dengan Islam, cara memperlakukannya adalah dengan mengungkapkan secara santun apa adanya menurut yang mereka percayai seraya tetap memegang nilai kebebasan beragama. Seperti apa yang diungkap oleh Abu Raihan ibn Ahmad al Biruni, tokoh muslim awal abad 11 masehi yang menulis tentang Hinduisme. Dalam bukunya, ia sepertinya mengerti bahwa apa yang ia lakukan akan mengundang ketidaksenangan kaum muslimin, oleh karenanya kepada kaum muslim ia menulis, “Jika isi kutipan-kutipan ini dirasakan sangat paganistis, dan para pengikut kebenaran, yaitu kaum muslimin, merasa keberatan terhadapnya, maka saya hanya dapat mengatakan bahwa demikian itulah keyakinan orang-orang Hindu dan mereka sangat membelanya”. Oleh karenanya, mengapa merasa “terancam” dengan perbandingan? Masalahnya bukan di perbandingan tapi bagaimana memperlakukannya kemudian.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tetap akan selalu mengamini kalimat yang sering diucapkan Max Muller, bapak perbandingan agama modern itu, “He who knows one, knows none.” Amien, ya Rabbal ‘Alamien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-114304650714653422?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/114304650714653422/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=114304650714653422' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/114304650714653422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/114304650714653422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2006/03/membandingkan.html' title='Membandingkan'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-113412693793794201</id><published>2005-12-09T02:45:00.000-08:00</published><updated>2005-12-10T00:33:22.563-08:00</updated><title type='text'>Kemana Jalan</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5823/1595/1600/road.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5823/1595/200/road.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Teman saya bilang, "Sungguh saya percaya Tuhan tetapi saya tidak percaya ritual kaum beragama sekarang dan Tuhan yang mereka percaya." Yang lain bilang, "Saya sudah merasa bosan dengan agama sekarang, dimana saya bisa mengambil lagi perasaan saya terhadap agama seperti saat saya kecil." Yang lain lagi bilang, "Hidupku sudah kupersembahkan seluruhnya kepada agama. Aku sungguh tak peduli akan apapun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kadang berfikir, apakah Tuhan nantinya mempertimbangkan pengalaman pengalaman keagamaan selain dari patokan yang sudah ditulis dalam kitab suci?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan teman saya yang muslim termasuk saya memang besar di keluarga yang beragama islam. Sejak lahir tentu saja menurut tradisi muslim mereka sudah diperkenalkan dengan sesuatu yang berbau islam walaupun mereka hanya mendengar. Suara azan, kata Allah, Muhammad, Shalat dan Syahadat. Dan tentu saja mereka melewati acara "penebusan" mereka, aqiqah, dua ekor kambing bagi bayi laki laki dan seekor bagi bayi perempuan. Masuk TPA dan MDA setelah sekolah biasa pun mereka jalani. Malam setelah maghrib sampai menjelang isya mereka kebanyakan kembali mengaji di surau atau mushola dengan ustadz. Belajar puasa sedari kecil dan amat senang melakoninya. Beberapa dari mereka bahkan melanjutkan di pesantren yang akrab dengan kitab kuning, sarung, kyai, bahasa arab, masjid, iktikaf, tahajud, dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring berjalan waktu, ketika mata mulai terbuka, melihat ke kitab suci dan sekaligus ke dunia nyata, apa yang dulu jelas tiba tiba kabur, apa yang dahulu dipercayai dengan sepenuh hati sekarang hanya tinggal setengah, naluri mencari mulai tumbuh dan meninggalkan semua atribut yang dulu dipasang dengan bangga. Mungkin bisa juga salah langkah apa yang dialami sekarang dan mungkin saja bisa benar. Tetapi siapa yang tahu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya akan terus berjalan mencariNya, dengan sendiri, dengan hati, dengan rasa..." Kata teman saya. Saya menoleh ke dua yang lain, menunggu jawaban mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-113412693793794201?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/113412693793794201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=113412693793794201' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/113412693793794201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/113412693793794201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/12/kemana-jalan.html' title='Kemana Jalan'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-113342524370771019</id><published>2005-11-30T23:44:00.000-08:00</published><updated>2005-12-01T00:20:43.986-08:00</updated><title type='text'>Apa Cinta</title><content type='html'>Sebenarnya cinta itu apa. Makhluk seperti apa yang namanya cinta. Apa definisi yang tepat untuk cinta. Seorang pria nekat bunuh diri karena wanita yang dicintainya menyukai pria lain. Seorang wanita rela meninggalkan orang tuanya yang puluhan tahun dikenalnya hanya untuk seorang pria yang baru saja dikenalnya. Seorang pria tidak mengutarakan hatinya kepada sang wanita hanya supaya cinta yang ada di hatinya tetap tak berubah. Yang lainnya rela sang wanita dinikahi pria lain dan mengabaikan perasaannya hanya agar sang wanita bahagia. Seorang wanita rela mati bersama pacarnya karena cinta mereka tidak direstui oleh orang tua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;I've run out of answers, I've run out of time&lt;br /&gt;And I'm so confused that I'm losing my mind&lt;br /&gt;It's gonna take a miracle to help me this time&lt;br /&gt;I'm traveling a road that has not one sign&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Help me-have mercy on me&lt;br /&gt;Set my soul free and let the bell in my heart ring&lt;br /&gt;This is my cry-this is my plea&lt;br /&gt;I need an angel-I'm calling an angel&lt;br /&gt;Send me an angel down&lt;br /&gt;I need an angel-calling an angel&lt;br /&gt;Send me an angel down&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Rubben Studdard - I need an angel)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa bener cinta antar manusia selalu penuh konflik seperti ini? Apa sih cinta itu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-113342524370771019?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/113342524370771019/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=113342524370771019' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/113342524370771019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/113342524370771019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/11/apa-cinta.html' title='Apa Cinta'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-113283695372353650</id><published>2005-11-24T03:39:00.000-08:00</published><updated>2005-11-24T04:55:53.756-08:00</updated><title type='text'>Oh Perempuan</title><content type='html'>"Ibu bertemu suami jauh sebelum kuliah. Waktu kita masih berada di kampung. Waktu itu ia ditantang oleh teman temannya untuk kenalan sama ibu. Maklum, ia sangat pemalu. Bahkan sampai sekarang."&lt;br /&gt;"Pasti bapak waktu itu sangat ganteng sehingga ibu akhirnya mau dipinang kan?"&lt;br /&gt;"Tidakkah kamu lihat sampai sekarang kegantengannya masih ada?"&lt;br /&gt;"Hehe iya."&lt;br /&gt;"Setamat SMA, kita berpisah tapi cinta kami tetap tertaut. Ia pergi mencari kerja dan ibu melanjutkan kuliah, tak disangka ia cepat mendapatkan kerja padahal ibu waktu itu masih semester 3."&lt;br /&gt;"Dan saat itu tiba?"&lt;br /&gt;"Ya, bapak melamar ibu. Dan hari pernikahan ditetapkan tak jauh setelahnya. Ibu tetap kuliah dan bapak bekerja."&lt;br /&gt;"Anak ibu yang pertama?"&lt;br /&gt;"Ia lahir tepat 11 bulan setelah hari pernikahan. Bayi yang lucu. Jelas, seluruh cinta kami tercurah pada dia. Anak pertama."&lt;br /&gt;"Dan kuliah ibu?"&lt;br /&gt;"Tak jadi masalah dengan kuliah yang ibu jalani. Bahkan anak itu menjadi mainan baru teman teman ibu di kampus. Tapi, episode hidup kemudian yang menjadi masalah. Bapak dipindahkan kerja ke kota lain. Kuliah ibu harus putus."&lt;br /&gt;"Semudah itu?"&lt;br /&gt;"Pengabdian kepada suami lebih dari segalanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak melanjutkan pembicaraan itu lagi. Aku yakin keputusan ibu itu pasti tidak sesederhana itu. Pasti banyak pertimbangan dan tekanan yang dilakukan dan diterimanya sehingga harus putus kuliah. Aku kenal ibu itu adalah orang yang cerdas. Ia selalu melakukan hal dengan baik, apapun itu. Hanya satu hal yang menjadi kendala ibu itu, ia pernah cerita, yaitu ridho suami. Jilbab yang menutupi tubuhnya menjawab istri seperti apa ia sebenarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mengkaitkan dengan peristiwa hidup yang ibu itu jalani walaupun memang ada kaitannya, kemaren malam secara sekilas baca buku Farid Esack. Salah satu babnya adalah pergaulannya dengan orang yang berbeda gender. Bukan isinya yang menarik tetapi kalimat pertama pembuka bab itu. Ia mengatakan bahwa agama agama dunia telah lama dikuasai oleh laki laki, hampir semua aspek agama laki lakilah yang mempunyai peranan penting. Nabi nabi, mufasir, ahli fiqih, teolog, pejuang, bahkan tuhan memakai wujud laki laki dalam kehadirannya di sejarah manusia. Anehnya, perempuan sepertinya menjadi mahkluk yang paling taat dalam beragama. Banyak hal yang harus dilakukan dan banyak hal yang mengikat perempuan demi untuk menjadi umat yang dikasihi tuhan. Jika agama tidak menghendaki, setidaknya tafsir terhadap agama itu yang berbicara kepada umatnya dan wanita kepada khususnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-113283695372353650?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/113283695372353650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=113283695372353650' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/113283695372353650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/113283695372353650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/11/oh-perempuan.html' title='Oh Perempuan'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-113238260002098386</id><published>2005-11-18T21:56:00.000-08:00</published><updated>2005-11-18T22:50:33.933-08:00</updated><title type='text'>Manusia Bebal</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5823/1595/1600/road%20sign.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5823/1595/320/road%20sign.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Kenapa ya kamar mandi atau wc umum biasanya ada peringatan seperti, "Setelah buang air, siram sampai bersih" atau, "jagalah kebersihan dengan memyiram wc sampai bersih." Secara sekilas terdengar wajar ya, tetapi kalau diperhatikan dan dipertimbangkan dengan seksama peringatan itu gak penting penting banget. Manusia adalah makhluk berbudi, berasa dan berakal. Jika ia ingin melakukan sesuatu hal yang menurutnya gak pantas dilakukan di tempat publik, tentunya ia akan mencari tempat yang agak privasi. Sesuatu yang gak pantas dilakukan di tempat umum itu salah satunya adalah buang air. Tempat yang agak privasi itu salah satunya adalah kamar mandi. Nah, jika aktivitasnya saja ia tidak ingin dilihat, apalagi hasil dari aktivitasnya itu. Apalagi kalau sesuatu itu memang tidak layak untuk diperlihatkan ke orang lain. Tentunya ia akan mengubur dan menghilangkan hasil itu secepat dan sebersih mungkin tak berbekas. Kalau bisa bukan hanya bentuk dan warnanya tapi juga aromanya. Jadi hal yang wajar dan tidak usah diperingatkan tentang membersihkan diri dan tempat di kamar mandi. Menurutku sih. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mungkin juga karena manusia itu bagaimanapun selain berbudi dan berakal tadi, ia juga makhluk yang paling bebal. Plis ya, udah berkali kali banjir bandang dan gempa dengan skala berapapun datang, tetap aja waktu ibadah dipakai untuk ber haha hihi chatting. Udah ada bencana sedahsyat tsunami, tetap aja mengadakan pesta syahwat di tepi pantai. Udah dikasih tau kalau lampu merah itu jangan nerobos, tapi tetap aja ada yang ketabrak mampus di perempatan jalan. Udah dibilang kalau ujian jangan pake sendal, tetap aja ada yang disuruh pulang ganti sendalnya dengan sepatu. Jadi, mungkin peringatan itu hanya perlu bagi orang orang yang sudah merasakan akibat peringatan itu ya. Orang pernah chatting di waktu shalat tiba tiba terkena tsunami, setelah itu tidak akan melakukan hal yang serupa. Orang yang pernah patah tulang kecelakaan karena kelalaian sendiri akan trauma dan walaupun baru lampu kuning udah berhenti ketika di perempatan. Atau orang yang sudah terkena racun berwarna kuning beraroma busuk berbentuk gak beraturan di kamar mandi, tidak akan melakukan hal serupa kepada orang lain. Mungkin manusia harus "jahat" dulu untuk menjadi "baik" dan apa bisa manusia menjadi orang "baik" tanpa menjadi "jahat" jika pada dasarnya manusia selalu belajar dari apa yang dialami sebelumnya dari hidup yang dijalaninya? Memang sih bisa belajar dari pengalaman orang lain, tapi gak asyik ah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makasih buat yang menyerempetku kemarin di ring road. Memang jika ingin selamat, kalau mau ngambil jalan harus memperhatikan kanan kiri dahulu. Jatuh itu sakit. Kulit jadi gak mulus.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-113238260002098386?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/113238260002098386/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=113238260002098386' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/113238260002098386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/113238260002098386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/11/manusia-bebal.html' title='Manusia Bebal'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-113188382552645601</id><published>2005-11-13T03:59:00.000-08:00</published><updated>2005-11-13T04:10:25.540-08:00</updated><title type='text'>Bodoh Banget</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Baru pulang ke kos jam 12 malem dengan keadaan ngantuk. Sampai di pagar kos. Biasa udah dikunci, kuncinya paling ditaruh ditempat biasa. Raih raih, raba raba. Buset gak ada. Periksa gembok lagi, iya dikunci. Terpaksa calling Nanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nan! Aku di luar! Terkunci! Cepetan keluar! Sorry ya..!"&lt;br /&gt;"Egh...iya iya..bentar ya (dengan suara yang lemes bgt)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar suara pintu kamar dibuka. Terdengar suara pintu dikunci. Terdengar suara pintu kamar ditutup lagi. Duh busyet nih orang, bukan minta tolong kunciin pintu kamar, tapi bukain pintu pagar. Calling lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nan! Bukan kunciin pintu kamarku, aku nih lagi terkunci di luar, kuncinya gak tahu ditaruh dimana."&lt;br /&gt;"Oooo...iya, bentar ya."&lt;br /&gt;"Makasih nan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar suara pintu kamar dibuka. Suara orang make sendal. Yes, itu dia. Ngambil kunci di gantungan agak jauh dari pagar deket kamar mandi. Megang gembok..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adooooh...tur, ini kan gak terkunci gemboknya. Ck, gimana seh. Ckckck..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah Gusti....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-113188382552645601?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/113188382552645601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=113188382552645601' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/113188382552645601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/113188382552645601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/11/bodoh-banget.html' title='Bodoh Banget'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-113163069024573775</id><published>2005-11-10T05:23:00.000-08:00</published><updated>2005-11-10T05:51:30.283-08:00</updated><title type='text'>Syukurlah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5823/1595/1600/angel.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 128px; CURSOR: hand; HEIGHT: 118px" height="150" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5823/1595/200/angel.jpg" width="164" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Saya selalu suka idul fitri. Bahkan 30 hari kedepan saya masih merasakan suasananya. Dimana orang orang menjadi lebih terbuka, ramah, dan membuka tangannya ke setiap orang. Saya jadi merasa melihat makhluk dengan gelang putih diatas dan dilengkapi dengan sayap di punggung. Tiba tiba manusia seolah olah mempunyai hati yang suci bersih seperti malaikat. Bayangkan yang biasanya di kampus hanya ber-say hai dan kemudian nyelonong pergi, di suasana lebaran orang lebih betah mengobrol, setidaknya menanyakan kabar dan pengalaman lebaran di kampung. Yang biasanya, "sorry sibuk nih", tiba tiba di hari fitri itu pergi bersama sama dengan satu tujuan utama yang sama yaitu bermaafan menjadi hal yang harus dilakukan. Senyum merebak dimana mana. Tiba tiba teringat akan fakir miskin. Tiba tiba gampang mengingat Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Syukurlah, masih ada idul fitri. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-113163069024573775?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/113163069024573775/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=113163069024573775' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/113163069024573775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/113163069024573775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/11/syukurlah.html' title='Syukurlah'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-113153332137157509</id><published>2005-11-09T02:30:00.000-08:00</published><updated>2005-11-09T02:54:01.693-08:00</updated><title type='text'>Pesan Pesan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dari puluhan sms lebaran yang masuk, ada beberapa yang membuat saya tertegun dan meneteskan air mata (berlebihan..). Tidak menyangka kalau mereka mempunyai bakat dan modal untuk menjadi seorang pujangga. Apakah tiap hari harus ada perayaan seperti lebaran sehingga dunia ini lebih terasa damai dipenuhi oleh rangkaian kata kata indah? :P &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;Manusia hanyalah malaikat yang memiliki satu sayap. Kita hanya bisa terbang jika saling berpelukan. Mohon maaf lahir dan bathin. Met idul fitri 1426 H. Tetaplah Bersahabat.&lt;br /&gt;+62815797XXXX&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Insan tanpa keangkuhan tapi juga tanpa penghambaan, inilah manifestasi kehadiran Tuhan, dimana di depanNya insan sekaligus tampak terbatas tetapi juga tak patut dianiaya. Met idul fitri, sobat!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;+628161586XXXX&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gimana, idul fitri tiap hari ya? hehe &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-113153332137157509?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/113153332137157509/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=113153332137157509' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/113153332137157509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/113153332137157509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/11/pesan-pesan.html' title='Pesan Pesan'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-113040002286983805</id><published>2005-10-27T00:56:00.000-07:00</published><updated>2005-10-27T01:00:22.870-07:00</updated><title type='text'>Hari Allah</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5823/1595/1600/mosque_1.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5823/1595/200/mosque_1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Allahu Akbar Allahu Akbar&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Laa ilah ila Allah Allahu Akbar&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Allahu Akbar Allahu Akbar&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Wa lillahil Hamd&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-113040002286983805?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/113040002286983805/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=113040002286983805' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/113040002286983805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/113040002286983805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/10/hari-allah.html' title='Hari Allah'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-113039956015246248</id><published>2005-10-27T00:47:00.000-07:00</published><updated>2005-10-27T00:52:40.166-07:00</updated><title type='text'>Rendang Raya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5823/1595/320/brendang2.gif" border="0" /&gt;Saya dapat resep untuk membuat rendang. Bukan apa apa. Ini mau mudik dan saya kangen sekali rendang bikinan ibu saya. Sekalian juga bentar lagi hari raya, siapa tahu ada yang berniat masak rendang tapi tak tahu caranya, mungkin ini bisa membantu (Memangnya org yg mau bikin rendang sempat-sempatnya datang ke blog ini?! :P). Resepnya dari &lt;a href="http://www.myonlinerecipe.com/?detailed=45"&gt;sini&lt;/a&gt;. Yang ini rendang daging ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahan:&lt;br /&gt;Daging sapi 1 kg, potong sesuai selera.&lt;br /&gt;Kelapa 2 bh diambil santannya.&lt;br /&gt;Lengkuas 1 ruas.&lt;br /&gt;Serai 1 btg.&lt;br /&gt;Daun kunyit 2 lbr.&lt;br /&gt;garam, gula secukupnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumbu halus:&lt;br /&gt;Bawang merah 15 bh.&lt;br /&gt;Bawang putih 5 bh.&lt;br /&gt;Ketumbar 1sdm&lt;br /&gt;Kunyit 1 ruas.&lt;br /&gt;Cabai merah giling 100 gram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara memasak:&lt;br /&gt;Tumis bumbu halus dan lengkuas, serai, daun kunyit sampai harum.&lt;br /&gt;Masukkan potongan daging, aduk-aduk tambahkan santan, aduk-aduk masak sampai santan mengering dan daging empuk.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya pernah bantu bantu ngaduk rendang. Sumpah ini butuh kesabaran banget. Apalagi kalau masak dalam porsi besar dan rendang itu dipersiapkan untuk jangka waktu yang lama. Daging rendang itu memang harus keras keras lembut gimana gitu. Capek juga. Tapi senang karena dilakukan untuk menyambut hari raya. Seperti puasa yang di dalamnya kita diaduk aduk gak karuan. Hidup normal kita dirombak abis abisan tapi setelah tiga puluh hari kemudian hasilnya akan ketahuan. Apakah kita sabar atau tidak di masa peradukan atau malah bete hehe. Ya sud, saya bentar lagi dijemput travel. Besok pagi sampai Jakarta. Dan beberapa jam setelahnya insya Allah sampai ke kampung. Selamat Idul Fitri semua. Selamat bersuka cita. Nikmati rendang, sop kambing, opor ayam, ketupat atau apa saja. Atas segala kesalahan saya minta maaf.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-113039956015246248?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/113039956015246248/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=113039956015246248' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/113039956015246248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/113039956015246248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/10/rendang-raya_27.html' title='Rendang Raya'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-113013947682701632</id><published>2005-10-23T22:06:00.000-07:00</published><updated>2005-10-24T22:19:08.946-07:00</updated><title type='text'>Ketika Khotbah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;People killin', people dyin'&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Children hurt and you hear them cryin'&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Can you practice what you preach&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;would you turn the other cheek&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;-Black Eyed Peas&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ditengah merosotnya perekonomian Indonesia, khotbah khotbah agama tidak ikut merosot. Apapun kemasan dan cara penyampaiannya semakin menjadi perhatian. Tidak kalah dengan berita kamar tidur pemain sinetron beberapa episode. Ayat ayat suci diumbar dan aneh aku tak merasakan apa apa. Simbol simbol itu beredar dimana mana dan aneh jiwaku tak tergetar sama sekali. kalimat kalimat itu keluar dengan fasih, dan aneh aku tak tahan mendengarnya berlama lama. Bukan ku tak percaya apa yang mereka katakan, tetapi entah kenapa diriku merasa kering. Ada yang hilang disana. Sesuatu yang membedakan sebuah khotbah penyampai risalah Tuhan dengan tontonan pelepas lelah. Mungkin aku hanya tidak bisa mencium bau bau surga yang mereka semprotkan karena pada kenyataannya yang kuhirup di luar adalah tak lebih harum dari bau comberan. Mungkin aku tidak bisa percaya dengan sorban dan salib mereka karena pada kenyatannya yang berperan adalah bendera dan kursi. Aku menjadi bingung kemana yang suci, sakral, nabi, malaikat, tuhan, pahala. dosa, kitab itu bisa ditemukan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kualihkan pandangan, dan di suatu tempat yang jauh disana sepertinya kulihat ada beberapa orang sedang berkumpul. Setelah kuperhatikan siapa mereka, aku tertegun. Benarkah mereka? Kudekatkan diriku berharap bisa mendengar apa yang mereka perbincangkan. Orang pertama dengan antusias memulai pembicaraan, "Saudaraku, sesungguhnya aku sudah menyampaikan kepada orang orang yang percaya kepada risalah Tuhan yang turun kepadaku. Aku mengatakan kepada mereka hal yang sungguh penting." Kupasang telinga untuk mendengarkan lanjutannya, "Ini yang Tuhanku katakan, Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu lakukan? Amat besar kebencian Allah apabila kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu lakukan." Orang kedua kemudian menimpali, "Sungguh benar yang kau katakan saudaraku, pengikutku yang menuliskan ajaranku juga sudah mengetahuinya dan mereka juga menyampaikan kepada orang orang setelahku yang juga mengikuti ajaranku." Orang ketiga bertanya, "Apa yang kau sampaikan?" Orang kedua menjawab, "Aku menyampaikan bahwa orang yang berhati mulia pertama tama mengamalkan apa yang dikhotbahkannya dan baru kemudian mengkhotbahkan apa yang diamalkannya itu." Orang pertama dan kedua mengangguk angguk. Orang ketiga pun urun bicara, "Aku pun tak alpa untuk menyampaikan hal serupa seperti kalian sampaikan kepada orang yang mengikuti ajaranku." Orang pertama bertanya, "Apa yang kau sampaikan saudaraku?" Dengan halus orang ketiga menjawab, "Hati hati akan mulut. Dan bersihkanlah hati karena apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. "&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tampaknya aku menemukan apa yang hilang itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ucapan orang pertama dalam Quran Surat As Shaff 2-3&lt;br /&gt;Ucapan orang kedua dalam ungkapan ungkapan Kong Fu Tse dalam The Analects&lt;br /&gt;Ucapan orang ketiga dalam Matius 15:18-19 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-113013947682701632?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/113013947682701632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=113013947682701632' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/113013947682701632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/113013947682701632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/10/ketika-khotbah.html' title='Ketika Khotbah'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-112996022505450912</id><published>2005-10-21T22:09:00.001-07:00</published><updated>2005-10-22T01:29:21.810-07:00</updated><title type='text'>Demi Masa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tempat yang paling hot di kalangan mahasiswa pada saat ujian setidaknya ada dua. Yang satu adalah kosan teman yang paling sregep nyatet dan datang ke kelas, yang satu lagi adalah tempat potokopian. Ada yang aneh dari kecenderungan sebagian mahasiswa indonesia dalam belajar. Aneh pertama, menganggap dosen sebagai sentral belajar, sumber dari segala sumber, sehingga hari pertama tak jarang pertanyaan ke dosen, "buku pegangan bapak apa?", kalau sudah di dapat maka berburulah mahasiswa buku itu, buku itu terus dipegang (buku pegangan kan?!) dan berharap saat ujian datang, bahan yang keluar semuanya dari buku itu. Dosen sebagai sumber, sehingga yang keluar dari mulut dosen, apa yang ditulis dosen, apa yang menjadi pikiran dosen dicamkan baik baik dan terpatri dalam hati, kertas, dan flash disk dengan juga harapan yang sama saat mid dan final datang, bahan ujian berasal dari sana semua. Dosen-dosen yang nyadar jika dirinya adalah sentral, tentunya secara sadar potokopi menjadi labuhan terakhir tumpukan kertas bahan ngajarnya. Berburu buku pegangan dosen tentunya tidak masalah, tapi yang mengherankan adalah kenapa tempat berkumpulnya buku buku yang bernama perpustakaan itu relatif sepi, kosong dan bersih di hari-hari biasa. Kemanakah kita wahai mahasiswa? Cukup ya dengan satu buku pegangan, yah pegang aja deh bukunya. Aneh kedua, di kampus, setidaknya kampus saya, kebiasaan mahasiswa di kelas adalah mengisi tempat duduk yang di barisan belakang terlebih dahulu, dan mahasiswa yang mengisi tempat duduk di depan dianggap aneh, apalagi ketika mahasiswa barisan depan itu rajin dan ndilalah waktu sudah hampir habis, sudah deh habis di bantai mahasiswa barisan belakang, atau setidaknya di lempar suara "huuu". Tapi kalau masa ujian telah tiba, mahasiswa barisan depan itu menjadi primadona dan tempat kosan mereka tiba-tiba menjadi pasar bolak balik dari kosan-potokopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sih bukan golongan mahasiswa barisan depan atau belakang, atau juga golongan mahasiswa pemburu buku panduan atau penghuni betah perpustakaan tapi yang jelas saya mahasiswa pemburu kursi tepat dibawah air conditioner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga merasa ini ada hubungannya dengan masalah menghargai dan menggunakan waktu. Beberapa jam hanya dengan kekayaan beberapa ilmu sebenarnya bisa ditambahi dengan ilmu-ilmu lainnya jika bener-bener menggunakan waktu. Tanpa ada maksud untuk membuat usaha potokopi jadi sepi, kalau kita benar benar menggunakan waktu dengan baik, pasti usaha bolak balik kosan si-rajin-nyatet-dan-bertanya dan potokopi bisa diminimalisir dan perpustakaan semakin rame dan bergairah :P Saya ingat dulu suatu saat pernah janjian ketemu teman di suatu tempat, ketika mau pergi ada teman saya yang lain main ke kos saya, teman smu, jadilah saya mengobrol dengannya sebentar, gak enak ditinggal. Setelah beberapa menit ngobrol dan kemudian pamit dengan sedikit meyakinkannya kalau udah janjian, akhirnya saya bisa juga pergi ke tempat janjian walaupun telat beberapa menit. Baru di jalan sms berbunyi, teman saya sms, kira kira begini, "Kalau Tuhan berkehendak menurunkan hanya satu surat, maka Ia menurunkan surat Al Ashr." Saya merenung sebentar, sengaja gak lama lama karena bahaya merenung sambil mengendarai motor :P tapi saya mengamini sms nya. Betapa dalam makna dan efek yang ada jika dijalankan sepenuhnya. Amin Amin Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;""Demi masa! Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal salih, dan mereka pula berpesan-pesan dengan kebenaran serta berpesan-pesan dengan sabar." (Surah Al-'Ashr)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-112996022505450912?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/112996022505450912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=112996022505450912' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112996022505450912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112996022505450912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/10/demi-masa_21.html' title='Demi Masa'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-112935014581915525</id><published>2005-10-14T20:33:00.000-07:00</published><updated>2005-10-14T21:22:25.850-07:00</updated><title type='text'>Si Miskin</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Akhir-akhir ini beberapa berita,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://http://www.liputan6.com/view/2,110783,1,0,1129347028.html"&gt;"...Bantahan Parman bertentangan dengan keterangan Pono Waluyo, staf Bagian Kendaraan MA. Pono mengungkapkan, selain Bagir Manan, dua anggota majelis hakim, yaitu Parman dan Usman Karim telah menerima uang suap dari Harini. Uang tersebut untuk memperlancar kasasi kasus korupsi hutan tanaman industri yang melibatkan Probo dan merugikan negara sebesar Rp 100,931 miliar..."&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain sisi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://http://www.liputan6.com/view/3,110759,1,0,1129347432.html"&gt;"Satu lagi jiwa melayang dalam pencairan dana kompensasi bahan bakar minyak. Dia adalah Wadiman. Pria berusia 70 tahun itu meninggal saat ikut mengantre untuk mengambil uang kompensasi di kantor pos setempat, Jumat (14/10) pagi. Warga Dukuh Kracek Rukun Tetangga 10/Rukun Warga 01, Desa Sidomulyo, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, itu adalah penderita asma..."&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagai langit dan bumi. Tidak pernah bertemu. Saya tidak pernah bisa mengerti kenapa manusia bisa mengantongi uang sebanyak milyaran bahkan trilyunan rupiah hanya untuk dirinya dan keluarganya. Untuk apa uang sebanyak itu. Tidak paham bagaimana perasaan mereka ketika mengambil uang itu, apa yang terbayang dan terpikir di kepala mereka. Ketika mereka keluar dari kantor dan melihat realita yang jauh berbeda dari kehidupannya, apa yang mereka rasakan. Makan sesuatu yang tidak seharusnya dimakan. Di lain kehidupan, hanya untuk mendapatkan sesuatu yang memang haknya, harus rela mendapat resiko mati, nyawa melayang. Bayangkan, untuk mendapatkan sepersejuta bahkan lebih jumlah uang, si miskin harus menguras tenaganya setiap hari setiap kesempatan, dan ketika datang sedikit kemudahan, bukanlah uang yang ia dapat, tetapi kematian. Padahal sesuatu itu tidak seberapa. Di tangan koruptor, hak si miskin bisa habis dalam hitungan menit, bahkan detik. Langit dan bumi bisa saling berhubungan. Langit memberikan sesuatu ke bumi atau bumi mengirimkan sesuatu ke langit. Saya tidak pernah mengerti. Yang saya mengerti, apapun yang mempunyai otoritas harus memihak pada si miskin. Apakah itu otoritas politik, agama, ekonomi, apapun itu. Kepada yang benar benar tak berdaya ia harus memihak. Kitab suci sebagai lambang otoritas agama pun harus memihak. Dan ia telah mengatakan sesuatu yang benar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin, maka kecelakaan bagi orang yang sholat yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya dan enggan menolong dengan barang yang berguna". Al Ma'un 1-7&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tampaknya kita memang harus berjihad. Tapi tak usah jauh jauh menyeberang samudera dan bertemu orang yang asing. Bahkan mencelakakan orang lain. Cobalah keluar dan lihat, siapa tahu di sekitar kita ada orang yang sedang berteriak tetapi kita tidak mendengarnya. Tentunya dengan kapasitas dan kemampuan kita masing masing. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-112935014581915525?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/112935014581915525/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=112935014581915525' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112935014581915525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112935014581915525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/10/si-miskin.html' title='Si Miskin'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-112921580096607314</id><published>2005-10-13T06:55:00.000-07:00</published><updated>2005-10-13T08:03:20.993-07:00</updated><title type='text'>Untuk Diah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Apa yang terjadi di masa depan kehidupan manusia tidak ada yang mengetahuinya. Bagaimana hidupnya sendiri satu detik kemudian pun tidak ada yang dapat memastikan. Apa yang saya bayangkan saat ini tentang suatu hal tidak ada jaminan yang dapat membenarkannya. Karena memang bukan di tangan manusia lah keputusan tentang apapun. Bukan atas kehendak manusia apa yang akan terjadi pada dirinya. Manusia hanya mengusahakan suatu keputusan dan kejadian yang akan menimpa dirinya. Diah, semoga apa yang saya rasakan tentang dirimu, kaupun juga merasakannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diah. Teman sma saya. Sosok yang ceria dan selalu mengesankan. Saya jarang sekali melihat dia di sekolah dengan mulut tanpa senyum dan tawanya. Berkumpul di depan kelas dan membahas hal hal ringan tetapi dirasa penting seperti halnya teman teman perempuan yang lain, tak jarang ia yang memimpin "diskusi" tersebut. Walaupun terkadang tak lucu, tetapi dia tetap tertawa. Dan yang lainnya pun tertawa. Satu hal yang buat saya iri kepadanya adalah kemahirannya dalam akuntansi. Ia yang terbaik di kelas pada pelajaran yang bagi saya sangat membingungkan. Ia tidak pernah membagi rahasianya tentang hidupnya yang penuh tawa itu tapi saya rasa kebahagiaan memang menjadi tema utama dalam kehidupan yang dijalaninya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Itu dia, dua tahun yang lalu. Sampai kemarin, saya tidak pernah melihatnya lagi. Kita hanya berkomunikasi lewat media seluler. Sampai kemarin, seorang teman yang lain mengabarkan bahwa Diah terkena sebuah penyakit. Penyakit yang membatasi dirinya dalam banyak hal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tuhan, saya hampir tidak mengenali dirinya kecuali tawanya yang masih tetap sama seperti dua tahun yang lalu. Tawa yang tulus tetapi dengan energi yang berbeda. Di dalam sakitnya ia masih tetap bisa mengingat banyak hal tentang saya dan teman teman yang lain. Tawa itu ya Tuhan, semoga tetap kau jaga didirinya. Engkaulah yang mempunyai rahasia kehidupan, dan tentu juga rahasia hidup teman saya itu. Semoga Kau mempunyai rencana yang lebih baik bagi masa depannya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-112921580096607314?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/112921580096607314/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=112921580096607314' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112921580096607314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112921580096607314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/10/untuk-diah.html' title='Untuk Diah'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-112902406441499907</id><published>2005-10-11T02:16:00.000-07:00</published><updated>2005-10-11T02:50:44.733-07:00</updated><title type='text'>Tuhan Musa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ia yang lain. Ia yang tak terbahasakan. Ia yang tak terbayangkan. Ingatkah kisah Musa dan sebuah kalimat permohonan yang keluar dari mulutnya?, "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Apa lagi yang perlu dibuktikan dari keberadaanNya? Ia begitu nyata. Tanyalah dan berpikirlah tentang apapun. Bertanyalah terus. Hanya kepada Dia muaranya. Jika memang bentuknya yang kau harapkan, maka jelaslah hanya kesia-siaan yang kau dapatkan. Seperti yang Musa dapatkan. "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". Itu jawabNya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan Tuhan, seperti Musa, aku hanya bisa mengatakan, "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman". &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-112902406441499907?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/112902406441499907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=112902406441499907' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112902406441499907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112902406441499907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/10/tuhan-musa.html' title='Tuhan Musa'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-112887063684711207</id><published>2005-10-09T07:37:00.000-07:00</published><updated>2005-10-10T00:59:20.946-07:00</updated><title type='text'>Bau Bau</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5823/1595/1600/a_mouth.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5823/1595/320/a_mouth.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Kalau puasa, saya gak peduli badan saya akan lemas. Dan juga tidak peduli kalau mata saya akan mudah mengantuk. Tapi ada satu hal yang mengganggu saya ketika puasa. Sebenarnya bukan mengganggu ya, cuma saya risih aja. Hal itu adalah bau mulut. Hanya bau mulut ini yang saya tidak sukai dari puasa. Walaupun Rasul mengatakan di dalam hadistnya bahwa salah satu dari lima keutamaan puasa di bulan Ramadhan adalah bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dibandingkan bau bunga kasturi (baunya gimana?) cukup menenangkan saya. Tetapi tetap saja yang kita hadapi langsung di dunia ini kan bukan Allah. Tetapi sesama manusia yang mempunyai indera penciuman gak jauh beda dengan apa yang kita punya. Bahkan ada juga yang lebih tajam. Yah secara kita sahur dari jam tiga dan akan minum makan lagi 15 jam kemudian, wajar juga sih bau mulut. Untuk mensiasati biasanya saya melakukan beberapa hal,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyak melakukan kumur-kumur. Tiga madzhab besar di islam tidak melihat hal ini sebagai hal yang membatalkan, tentunya asalkan airnya tidak di telan lah. Jadi puasa ini, saya banyak melakukan kumur kumur. Sebelum masuk kelas, sebelum ngumpul, sebelum keluar kamar, walaupun gak ngaruh banget tetapi lumayan lah.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat sikat gigi, lidah juga disikat. Sebenarnya sikat gigi yang baik yah lidah juga harus disikat. Tapi terkadang tidak semua orang memperhatikan hal ini ya. Selain itu, tentunya harus rajin sikatan ketika ada kesempatan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bicara kepada teman dengan menggunakan bahasa isyarat :P Angguk-angguk, geleng geleng, gerakan tangan juga bisa. Atau bisa juga dengan menggunakan medium, misalnya sms, walaupun cuma berjarak 1 meter (boros abis!) atau dengan kertas, jadi berasa chatting tanpa internet :P&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Langkah terakhir menghindari bau mulut tentu saja sangat mudah. Yaitu, diam :P&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terus apa lagi ya?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-112887063684711207?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/112887063684711207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=112887063684711207' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112887063684711207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112887063684711207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/10/bau-bau.html' title='Bau Bau'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-112875058205620119</id><published>2005-10-08T21:56:00.000-07:00</published><updated>2005-10-10T01:01:05.846-07:00</updated><title type='text'>Senang Sedih</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Seperti konsep dualisme dalam Zoroastrianism, dimana Spenta Mainyu dan Angra Mainyu saling bertempur dalam sebuah pertandingan, begitu juga dengan kehidupan manusia. Setelah datang yang buruk, akan datang yang baik. Setelah menerima kesedihan, kebahagiaan akan datang secara tak disangka. Baru beberapa minggu yang lalu, salah satu mbah saya, adik dari mbah putri dari pihak ibu saya, meninggal dunia. Ia meninggal karena sakit stroke yang sudah sejak tiga tahun dideritanya. Saya merasa kehilangan karena ia salah satu anggota keluarga yang mempunyai pengaruh dan karakter yang kuat dalam keluarga besar kami. Tapi, kembali kepadaNya adalah suatu kepastian. Jadi, peristiwa sedih itu tidak lama berbekas di saya. Sampai kemarin, ayah saya sms, kalo dua adiknya sudah "isi". Adik perempuan ayah, saya panggil bulek. Jadi dua bulek saya itu nikahnya berbarengan. Rencananya tidak. Tetapi ketika bulek saya yang satunya dilamar, entah gak tau gimana, calon bulek saya yang satu lagi ikutan melamar juga. Ada ada saja. Jadi mereka akad dan pestanya bersamaan. Lumayan menghemat. Karena itu, hamilnya pun mereka bersamaan. Hore, dapat adik sepupu lagi. Rupanya, Spenta Mainyu masih melancarkan senjatanya, tidak lama kemudian, ibu mengabarkan kalo anak abangnya ibu, kakak sepupu saya, akhirnya memakai toga juga. Kenapa akhirnya? Karena perjalanannya untuk lulus itu saya dengar tidak gampang. Banyak halangan yang merintanginya. Kakak saya yang akhwat dan sangat rindu dengan syariat islam itu berada di antara lima orang lainnya yang mendapatkan predikat terbaik. Senang sekali mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi ya berita yang akan saya dengar berikutnya?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-112875058205620119?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/112875058205620119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=112875058205620119' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112875058205620119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112875058205620119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/10/senang-sedih.html' title='Senang Sedih'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-112867334617491984</id><published>2005-10-07T00:27:00.000-07:00</published><updated>2005-10-10T01:01:48.280-07:00</updated><title type='text'>Mulai Memahami</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Seorang teman sms, &lt;em&gt;"Tur, gimana kabarmu? Kamu ada kitab suci agama kristen katolik gak dan seputar aspek ritus ritus ibadah? Aku ada tugas SAA, kalo ada kupinjam." +62852...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera saja sewaktu pergi shalat taraweh, saya juga membawa Alkitab, dua jilid buku pendalaman iman katolik nya pendeta Mc O'bride dan buku agama kita dengan editornya pak Djam'annuri untuk sumber literatur dia. Sesampainya di kos temen saya itu, saya tunjukkan hal-hal pokok dalam agama Katolik sepengetahuan saya, terutama yang membedakannya dengan Kristen Protestan. Dari hierarkis Gereja Katolik dan pengaruhnya, sakramen inisiasi sampai pentahbisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah-tengah, "Tur, bagaimana nyari ayat ini." Ia menunjuk sebuah ayat dari injil Lukas. Teman saya yang lain sambil memegang Alkitab itu bertanya, "Ini injil apa? Perjanjian lama atau baru?" Dan banyak pertanyaan lain. Saya, walaupun dengan terbata-bata mencoba menjelaskan, tapi tidak tau mereka paham atau tidak :P Dan memang terasa berat sekali bagi mereka, saya merasakan aura yang terpancar dari wajah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya bukan mahasiswa yang studinya concern ke ilmu agama-agama. Tetapi, mata kuliah Sejarah Agama Agama memang menjadi mata kuliah umum seluruh fakultas di IAIN seluruh Indonesia. Saya bersyukur akan hal itu, karena mengakui perbedaan tidak cukup dengan hanya mengetahuinya dan kemudian diam, harus ada saling kepahaman apa dan kenapa di balik perbedaan itu. Dengan menggalinya, apa yang sebelumnya ada di dalam bayangan bisa jadi tidak seharusnya ada disana. Walaupun usaha itu berat dan harus ada ketulusan menyertainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*mengisi waktu luang antara make up class yang kosong sama kelas reguler mata kuliah yang sama. Lapeerrrrrrrrrrrr&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-112867334617491984?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/112867334617491984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=112867334617491984' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112867334617491984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112867334617491984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/10/mulai-memahami.html' title='Mulai Memahami'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-112849595487675706</id><published>2005-10-04T23:29:00.000-07:00</published><updated>2005-10-10T01:02:58.390-07:00</updated><title type='text'>Selamat Puasa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5823/1595/1600/8mosque1.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5823/1595/320/8mosque1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Terjebak dalam rutinitas. Apapun bentuknya. Disadari atau tidak menjadi suatu yang niscaya bagi kehidupan manusia. Manusia seakan akan hidup dalam polanya yang sudah pasti dan harus dijalani. Kalau tidak dijalani, kehidupan manusia seolah olah akan berantakan dan tidak nyaman. Di dalam rutinitas manusia terkadang lupa akan hal-hal lain yang meliputi kehidupannya. Manusia menjadi kebal dan tidak peka. Jangankan untuk peka, rutinitas itu sendiri sudah menutup rasa peka itu sehingga tidak bisa menyentuh hati manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah salah satu jalan untuk membuka sekat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengannya, manusia menjadi mengerti bagaimana sebagian manusia lain hidup. Ia merasakan bahwa tidak semua barometer kehidupan ini diukur dari kehidupan pribadinya. Hidup itu beragam. Rasa itu beragam. Dengannya juga, manusia jadi semakin merasakan bahwa hidupnya memang dibawah Kuasa. Kenikmatan dan kebebasan selama ini tidak pernah seluruhnya menjadi milik manusia. Ada yang mengaturnya. Ada yang mengawasi tiada henti tiada tidur tiada alpa. Manusia semakin mengerti bagaimana jika sebagian rutinitasnya diambil atau dihentikan. Bagaimana manusia bereaksi akan hal itu? Di fase puasa inilah segalanya terjawab. Apakah kita benar benar sudah tenggelam dalam rutinitas yang menenggelamkan hati dan perasaan kita? Kalau iya, apakah kita mau belajar mengasah hati itu lagi? Ramadhan. Tentunya bagi kita yang meyakininya terlalu sederhana jika dianggap sebagai bulan pengumpulan pahala, tanpa mecoba menggali rahasia rahasia agung dibaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Berpuasa.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-112849595487675706?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/112849595487675706/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=112849595487675706' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112849595487675706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112849595487675706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/10/selamat-puasa.html' title='Selamat Puasa'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-112849371314136849</id><published>2005-10-04T22:19:00.000-07:00</published><updated>2005-10-04T23:28:33.173-07:00</updated><title type='text'>Korban</title><content type='html'>Manusia modern, apalagi yang beragama sangat anti jika budaya dan mentalnya dikaitkan dengan budaya dan mental primitif. Padahal apa yang dihasilkan oleh orang-orang primitif adalah hasil yang jujur. Kepercayaan, mental dan kebudayaan primitif adalah benih benih dari seluruh peradaban manusia yang katanya modern, maju dan beradab. Jika merujuk pada pendapatnya Sir Edward Taylor tentang tahap tahap agama, maka ia berpendapat bahwa the first stage of religion adalah animisme dan dinamisme. Kepercayaan akan adanya kekuatan jiwa dan ruh yang melingkupi dan menguasai kehidupan manusia. Ruh itu ada yang tidak berhubungan langsung dengan objek, ada juga yang bersemayam. Ruh itu begitu mempengaruhi kehidupan manusia sehingga manusia harus mampu menangkap dan menjawab serta memberikan sesuatu agar ruh itu tetap tenang dan membiarkan juga merelakan agar manusia hidup dengan tenang bahagia. Salah satu caranya ialah dengan memberikan pengorbanan. Dari pengorbanan hasil bumi berupa sesajen, pengorbanan hewan hewan yang dianggap suci sampai pengorbanan manusia. Rasa dan kebutuhan untuk memberikan sesuatu kepada yang Utama demi kebaikan pribadi dan ketaatan kepada Kekuatan Yang Lain itu adalah murni mental manusia yang kemudian diidentikkan dengan kebudayaan primitif. Padahal sebagai hasil murni penggalian budi daya manusia, mental ini tidak dapat hilang di agama agama "mapan" dewasa ini. Ia tidak hilang, tetapi semangat yang ada agak sedikit berubah. Ia mengubah dirinya sehingga tampak seperti hasil budaya yang lebih maju dari sebelumnya. Tapi esensi tidak pernah beranjak. Di dalam Kristen, pengorbanan itu identik dengan keselamatan. Sang Messiah rela menderita karena cintanya yang luar biasa pada umat manusia. Malah, Petrus menggambarkan Ia, yang pendiam itu berjalan dan dengan kerelaannya menjadi penebus umat manusia, ketika Dia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan caci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam; tetapi Ia menyerahkan-Nya kepada Dia yang menghakimi dengan adil.  Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di atas kayu salib, supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. (1 Petrus 2:23-24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Islam, dan juga di dalam kitab perjanjian lama, pengorbanan itu adalah wujud keikhlasan, ketaatan dan kepatuhan tanpa tanya kepada Tuhan. Ia hanya mempunyai satu syarat. Satu keyakinan. Keyakinan bahwa apa yang dimiliki manusia sesungguhnya tidak dimilikinya walaupun sangat dicintai. Manusia adalah papa tak mempunyai apa apa. kepemilikian manusia atas apapun adalah dariNya. Dan memberikannya kembali adalah biasa bahkan kita tidak perlu lama lama bertanya kenapa. Semata-mata pengorbanan itu adalah ketakwaan, seperti di dalam Hajj 37, "Daging-daging unta dan darahnya itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang sampai kepada-Nya." Bukan yang engkau korbankan yang akan sampai, tetapi apa niatan untuk korbanmu yang penting untukNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, esensi pengorbanan dari dulu tidak pernah berubah. Ia adalah ketaatan, keselamatan, kepatuhan. Ia muncul dari hal hal kecil sampai yang keji, korban yang tidak hanya melibatkan dirinya sendiri, tetapi juga orang lain yang tidak ingin terlibat bahkan tidak pernah terfikir akan menjadi bagian dari pengorbanan. Keji, kata ini tentunya bisa menempel di keyakinan apapun. Tak memilih. Di dalam yang keji, kemurnian ternoda. Kesucian terpinggirkan. Ia pamrih kepada Tuhan. Bahkan ia tidak peduli bahwa banyak yang akan turut dikorbankan walaupun mereka enggan, asal tujuan pengorbanan itu tercapai. Tapi diriku yakin, itu tidak akan pernah mencapai, bahkan mengetuk pintuNya yang Agung pun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duka bagi Indonesia dan seluruh korban hasil pengorbanan keji (kembali) di Bali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-112849371314136849?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/112849371314136849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=112849371314136849' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112849371314136849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112849371314136849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/10/korban.html' title='Korban'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-112808194788607366</id><published>2005-09-30T04:42:00.000-07:00</published><updated>2005-09-30T05:05:47.893-07:00</updated><title type='text'>Tugas Ini Tugas Itu</title><content type='html'>Disaat orang lain sibuk antri BBM, demonstrasi yang gak bakalan juga didengar, ribut ribut masalah sepele nya Anjasmara, teman teman pada pelatihan kader ini itu, saya melakukan hal lain. Bukan hal yang baru, cuma kali ini dalam proporsi yang lebih banyak, bahkan berlebihan. Menyebalkan. Mau meninggalkan hal itu, nanti konsekuensi nya saya juga yang kena. Bukan hanya saya ding, orang tua juga kena. Sampai sampai hal itu membuat saya meriang dan terkadang mengalami disorientasi. Kok kesannya hal itu parah bgt ya? Emang kok!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu adalah tugas kampus yang menumpuk! Ya Allah, Tuhan Maha Besar, ini benar benar menumpuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, saya tahu. Gak usah dibilang. Gak usah diperingatin kalo tugas tugas menumpuk itu adalah konsekuensi yang diambil oleh seseorang berlabel mahasiswa. Dan juga jangan dibilang kalo saya sedang mengeluh. Gak kok. Ini cuma salah satu cara mendinginkan suasana badan dan hati. Saya mengerti kalau tugas dari dosen itu penting. Ini kan salah satu cara untuk mengetahui apakah kita mengerti atau tidak materi yang disampaikan oleh tetua di kelas. Padahal bisa saja kan tugas itu tidak mencerminkan tujuan dari tugas itu. Bisa saja jiplak dari teman, bisa aja yang ngerjain kakak atau orang tua, bisa aja copy paste dari internet, bisa aja beli jasa, masih banyak lagi bisa saja bisa saja yang lain. Tapi gak usahlah mikirin yang gak bener kayak gitu. Anggap aja kita benar benar tulus dalam mengerjakan tugas itu ya. Anggap ini misi mulia. Ingat loh, kalau kita meninggal dalam menuntut ilmu, ganjarannya pahala. Tapi tergantung juga, kalo ngerjain tugasnya sambil ngerumpi yang gak bener, kalo ngerjainnya sambil grapa grepe, kalo ngerjainnya..*disambit parang*. Ya udah, anggap aja kita serius ngerjain tugas dengan niat yang bener. Berarti udah gak ada masalah dengan diri kita. Tapi bagaimana jika masalah itu kemudian datang dari pihak luar? Siapa dia? Dosen dong. Masak ibu penjaga kantin. Kita kan gak tau niat dosen itu ngasih tugas. Iya kalo dia jujur dan ngerti esensi dan signifikansi sebuah tugas. Gimana kalo ada kepentingan kepentingan lain yang tidak etis (batas etis itu apa coba?). Bagaimana dong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, kayaknya gara gara kebanyakan tugas saya jadi mikir yang gak gak. Gak mungkin ada dosen yang kayak gitu. Bukankah mereka juga pahlawan tanpa tanda jasa? ;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-112808194788607366?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/112808194788607366/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=112808194788607366' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112808194788607366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112808194788607366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/09/tugas-ini-tugas-itu.html' title='Tugas Ini Tugas Itu'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-112787945261999858</id><published>2005-09-27T19:41:00.000-07:00</published><updated>2005-09-27T20:50:52.783-07:00</updated><title type='text'>Warna utama, asing dan lain</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5823/1595/1600/colour-pie.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5823/1595/320/colour-pie.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Indonesia bukan negara-agama. Ia tidak menempelkan begitu saja bacaan bacaan kitab suci didalam dinding dinding rumahnya. Ia mengambil ruh kebaikan agama yang ada. Oleh karena itu tidak ada agama yang lebih dari lainnya di negeri ini, tidak ada yang lebih istimewa dari yang lainnya. Semuanya dalam satu garis lurus yang sama. Walaupun tidak ada definisi agama yang tepat sehingga dapat memilah sistem yang satu apakah agama atau tidak, tapi indonesia mempunyai cara tersendiri menilai sistem sistem itu, sehingga hanya ada beberapa warna yang menghiasi dinding dinding rumah Indonesia itu. Warna yang berbeda dianggap "yang lain" atau asing. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Walaupun indonesia menghargai kebebasan warna warna lain itu, tetapi entah karena kesukaan yang berlebihan terhadap warna warna yang utama, secara tidak sadar warna warna yang tak banyak itu mulai tersingkirkan. Bahkan warna warna yang utama itupun karena pengaruh cuasa, panas dingin lembab, antara bagian yang satu dengan yang lainnya mulai menampakkan perbedaan. Tetapi tetap dianggap warna yang sama oleh pembesar di rumah Indonesia. Warna yang asing itu perlahan lahan diarahkan ke warna utama, manusia manusia yang membawa bendera warna tertentu mulai memisikan dan mendakwahkan warnanya kepada warna yang asing itu. Inilah warna yang benar, saudaraku, kau salah memaknai warna yang dibawa oleh pembawa warna yang pertama. Itu yang mereka katakan kira kira. Padahal warna asing itu ada proses kreatif pencampuran warna warna yang sama sama arif. Sebelum warna utama itu datang, mereka sudah mempunyai warna sendiri, dan bangsa ini adalah bangsa yang terbuka, bangsa ini tidak mengusir warna itu, bangsa ini mengambil kebaikan dan kecerahan warna itu untuk mereka leburkan bersama dengan warna yang telah mereka punya. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Di lain bagian rumah indonesia itu, ada warna yang tersingkirkan karena kuatnya pengaruh warna utama itu. Warna yang lain itu menganggap warna resmi itu bisa merusak kemurnian warna mereka. Warna resmi itu tidak sebaik yang dilihat. Didalamnya sudah tercampur dengan zat zat lain yang bukan diperlukan untuk menjaga kemurnian warna utama itu sebenarnya. Tapi pembesar di rumah indonesia itu tidak mau mengerti akan hal ini, mereka tetap saja memaksakan warna utama itu kepada warna yang lain walaupun bibir mereka mengatakan mereka tetap akan menjaga warna warna yang lain dan warna yang utama tidak akan mengganggu warna yang asing atau lain itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Sebenarnya untuk apa rumah indonesia itu hanya menetapkan enam warna untuk menghiasi dinding dinding rumahnya? Apa ya?&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-112787945261999858?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/112787945261999858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=112787945261999858' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112787945261999858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112787945261999858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/09/warna-utama-asing-dan-lain.html' title='Warna utama, asing dan lain'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-112787510259696061</id><published>2005-09-27T19:17:00.000-07:00</published><updated>2005-09-27T19:38:22.986-07:00</updated><title type='text'>Sepenggal Surga</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Sepenggal surga yang jatuh ke bumi. Itu istilah Emha Ainun Najib untuk Indonesia. Bagaikan di surga, segala keinginan akan dipenuhi dan kemudahan diobral gratis, begitu pula Indonesia. Negeri ini mempunyai segalanya. Tanah yang subur, iklim tropis yang hangat, kekayaan bawah tanah yang melimpah, laut yang indah dan kandungannya yang tak tertandingi, manusia dengan budayanya yang mengagumkan, segala sesuatu yang membuat kita bisa berterima kasih kepadaNya tersedia. Tapi bangsa ini memang tidak pernah serius menerima itu semua. Tidak pernah membaca apa keinginan Tuhan dibalik semua kemudahan yang diberikan olehNya. Bangsa ini terlalu banyak main-main. Terlalu banyak mengejar impian impian yang mereka ciptakan sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Bagaikan di surga, dimana setiap orang sama, mendapat limpahan karunia yang sama, begitulah seharusnya surga dunia Indonesia. Tapi karena surga itu adalah surga yang bocor, mungkin setan sempat menumpang saat surga itu jatuh ke bumi. Setan itu sempat menanam sebuah pohon yang diambil bibitnya dari surga induk di atas sana. Pohon yang menjadi pelengkap skenario Tuhan dalam film Maha Suksesnya. Pohon itu adalah keserakahan. Batang pohon itu sudah menjalar kemana mana tidak terkendali sehingga leher manusia pun tidak terelakkan dari lilitannya yang kuat. Ia tidak dapat dipotong, karena jika dipotong, manusia yang terkena lilitannya akan jatuh dan kemudian terlempar dari surga dunia itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Mungkin Tuhan harus memungut kembali surgaNya yang jatuh itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;kupersembahkan untuk para penimbun BBM bangsat!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-112787510259696061?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/112787510259696061/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=112787510259696061' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112787510259696061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112787510259696061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/09/sepenggal-surga.html' title='Sepenggal Surga'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-112737213384882636</id><published>2005-09-21T23:39:00.000-07:00</published><updated>2005-09-21T23:57:04.120-07:00</updated><title type='text'>Nyut Nyut</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5823/1595/1600/headache.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5823/1595/320/headache.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tiba tiba sakit kepala. Terus hilang lagi. Terus kambuh lagi. Gejala apa ya? Apakah aku akan dapat tambahan pesangon dari kampung? Atau ada yang sedang menggosipkan? (yang ini jelas tidak mungkin). Padahal beban hidup ini juga tidak banyak banyak juga. Sehari hari cuma mencari ilmu (hah?!) atau sekali kali hura hura tentu tidak lupa pada sesama :P &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ataukah Tuhan sudah akan memanggilku dan akan mengirim LuciferNya ke kamar kosku yang banyak berhalanya itu? Aduh aduh Gusti! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;nb: yang kasihan boleh mengirimkan bantuan apapun, terutama bantuan finansial ke rekening pribadi di BCA 037190****** atas nama Guntur Eko...hihihi..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-112737213384882636?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/112737213384882636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=112737213384882636' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112737213384882636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112737213384882636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/09/nyut-nyut.html' title='Nyut Nyut'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-112737040937491095</id><published>2005-09-21T23:06:00.000-07:00</published><updated>2005-09-21T23:26:49.380-07:00</updated><title type='text'>Makhluk Aneh</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Membayangkan dunia ini adalah sebuah kampung yg besar dimana di dalamnya banyak makhluk yang saling bertumpang tindih, bergesekan, saling menikam, walaupun tidak jarang saling membelai mesra. Sangking besarnya, makhluk makhluk yang berada di dalam dunia itu sudah saling tidak mengenal lagi, walaupun mereka berasal dari satu benih, mereka mempercayai sesuatu yang sama, mensimbolisasikan dunia dengan satu bahasa yang sama, menghadirkan Yang Misterius dengan jalan yang identik. Mereka berpisah dan hubungan antara mereka dihalangi oleh garis berwarna merah dan sehelai kain berwarna. Makhluk makhluk itu berpendapat mereka tengah menjaga dan mengagungkan jati diri mereka tinggi tinggi, tetapi secara tidak sadar yang mereka perjuangkan hanyalah sehelai kain yang tak lebih suci dari sebuah keset kaki. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terlalu seriusnya dengan urusan remeh temeh itu, mereka mulai menghadapi masalah dengan makhluk makhluk lain di dalam diri mereka yang mereka lahirkan sendiri. Makhluk makhluk baru ini merasa muak dengan kebodohan para pendahulu mereka. Mereka kemudian mulai mencari identitas baru yang lebih bisa menghantarkan mereka kepada kejernihan dan kebenaran sejati. Mereka tidak merasa aneh dan bersalah dengan apa yang mereka perbuat, karena inilah jalan yang harus ditempuh. Kekakuan yang lahir dari pendahulu mereka sudah ketinggalan jaman dan tidak mampu memuaskan dahaga mereka. Pada akhirnya makhluk makhluk baru itu berhasil membangkitkan amarah pendahulu mereka, mereka diarak, dilucuti, dan diusir.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku, orang asing di antara makhluk makhluk itu hanya bisa membaca dan memahami apa yang terjadi, dengan mencoba yakin bahwa hal hal yang terjadi mungkin memang sudah seharusnya terjadi tanpa ada yang mampu menolaknya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-112737040937491095?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/112737040937491095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=112737040937491095' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112737040937491095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112737040937491095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/09/makhluk-aneh.html' title='Makhluk Aneh'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-112728421460234070</id><published>2005-09-20T23:01:00.000-07:00</published><updated>2005-09-20T23:51:48.496-07:00</updated><title type='text'>Kenapa Menikah?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5823/1595/1600/Just_married.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5823/1595/200/Just_married.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemarin saya sms-an dengan seorang karib saat sekolah, entah apa yang kita bicarakan sebelumnya, saya sudah lupa, tapi kemudian dia membalas sms dengan mengatakan, "Saya sedang bernegosiasi dengan orang tua agar dapat menikah sembari kuliah, kamu rencana kapan?" Seketika langit mendung dan petir bersahutan (gak ding :P), yah intinya saya kaget saja. Gosh, he is 20 and will get married! Sebenarnya gak ada masalah dengan menikah usia muda, maksudnya dengan menikah itu sendiri, tapi yang menjadi masalah adalah hal-hal yang berada di sekeliling pernikahan itu sendiri, entah itu orang yang melakukannya ataupun apa-apa yang harus dipenuhi untuk menikah. Apakah dunia ini akan kiamat, sehingga untuk itu manusia harus menikah cepat-cepat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya gak tau kesiapan saudara saya itu, tapi kalau saya melihat ke dalam diri saya sendiri dan mengevaluasinya, kata menikah sepertinya masih jauh sekali, jangankan mengatakannya, membayangkannya saja saya sudah ngeri. Jangan ditanya kalau masalah kesiapan materi, kalau itu saya sudah pasti mengangguk, maksudnya mengangguk belum siap, istilahnya masih berada di ketiak orang tua :P Tapi lebih dari itu, hal hal yang lebih menentukan dalam pernikahan. Ada banyak hal dalam diri ini yang menjadi alasan gak mungkin untuk melakukan pernikahan, tapi dua hal yang penting adalah kesiapan untuk berbagi dan memimpin. Gak tau deh dua kata "berbagi" dan "memimpin" itu tepat apa enggak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagi, membayangkan selama hidup saya akan berbagi dengan orang lain. Bukan hanya hal-hal yang fisik tapi juga non. Ada orang yang harus tahu segala sesuatu tentang diri saya. Saya harus menerapkan sistem transparansi dan accountable kepada seseorang selama hidup saya, karena keluarga yang ideal bagi saya adalah yang saling terbuka seperti itu. Apa yang saya punya, rasakan, akan lakukan, putuskan, dsb harus selalu melibatkan orang lain, bahkan hal yang pribadi sekalipun. Dan saya tidak hanya berbagi dengan satu orang saja, karena orang itu juga mempunyai banyak orang lain yang memback up dibelakangnya. Bagaimana hidup dengan keadaan seperti itu? Saya masih berat sekali membayangkannya. Memimpin juga begitu, memimpin diri sendiri saja rasanya masih berat. Jadwal yang sudah diatur kadang dilanggar baik secara sengaja atau tidak sengaja. Jangankan hal-hal yang berat, kaos kaki sudah dipakai beberapa hari saja terkadang saya lupa (Hal ini selalu dianggap serius oleh ibu saya, orang yang sudah menikah tentunya). Saya rasa dua hal diatas paling penting dalam memutuskan apakah harus menikah atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin alasan di atas adalah jawaban yang tepat yang akan saya jawab kepada teman saya, tapi saya tidak menjawab sebanyak itu, akan tetapi singkat, "Kalau saat itu datang, pasti!" Lagipula, orang muda belia seperti saya ditanya seperti itu..hahaha... :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan terbesar bagi saya, "bagaimana seseorang bisa yakin dengan org yg akan dinikahinya itu adalah orang yang akan mengakhiri sisa hidupnya bersama-sama?" yah, secara saya tidak suka dengan kata perceraian.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-112728421460234070?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/112728421460234070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=112728421460234070' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112728421460234070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112728421460234070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/09/kenapa-menikah.html' title='Kenapa Menikah?'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-112728198595024169</id><published>2005-09-20T22:11:00.000-07:00</published><updated>2005-09-20T22:56:37.543-07:00</updated><title type='text'>Kebahagiaan Palsu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saya rasa manusia itu makhluk yang mau enaknya saja. Pengen selalu bahagia. Dapat sesuatu dengan mudah kalo bisa tanpa berusaha. Merasakan sesuatu yang menyenangkan tanpa mengetahui bagaimana rasanya sakit, menderita. Senang mendapat jaminan kebenaran. Bagaimana mengetahui kalau sesuatu itu membahagiakan jika kita tidak mengetahui hal yang membuat kita tidak bahagia. Apa ukurannya kita bahagia? Jika hidup sudah terjamin, segalanya mudah, ada yang menyelamatkan, itu kah bahagia?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Ya Allah, Tuhan Kami, berikanlah kami kebahagiaan di dunia dan di akhirat". Kenapa selalu tujuan yang diharapkan. Kenapa selalu hasil. Tidak berartikah proses yang dilalui untuk mencapai hasil. Hasil yang membahagiakan, saya rasa tidak bisa dicapai dengan jalan yang membahagiakan, mudah, terjamin dan lainnya yang memuluskan. Penderitaan adalah jalan yang memberikan rasa bahagia. Jika dari titik awal sudah dijanjikan hidup bahagia, kenapa harus menjalani hidup?!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sialnya lagi, orang-orang yang selalu mengharapkan hasil tanpa melalui beban-beban itu menularkan kepada yang lain. Apa yang dia rasakan, ingin orang lain ikut merasakannya juga. Entah dengan jalan apa mereka menularkannya. Entah dengan kalimat apa mereka mengartikan kebahagiaan dan menyampaikannya pada orang lain. Apakah itu, dengan menyampaikan bahwa tidak ada ruang kebahagiaan jika tidak melalui masuk ke dalam pintu yang mereka anggap pintu kebahagiaan. Atau dengan mengatakan, Sang Pemberi Bahagia hanya akan menjamin bahagiamu jika kau melewati pintu yang satu, tidak yang lain. Hidup terjamin. Kebahagiaan terjaga. Keselamatan terjanjikan. Bohong semua, jika tidak ada proses melalui itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lebih sialnya lagi, mereka tidak sadar, kalau apa yang mereka sampaikan justru hanya mencabik dan merendahkan apa yang mereka anggap Sang Maha Benar, Pemberi Bahagia. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-112728198595024169?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/112728198595024169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=112728198595024169' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112728198595024169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112728198595024169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/09/kebahagiaan-palsu.html' title='Kebahagiaan Palsu'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-112692772535656279</id><published>2005-09-16T19:47:00.000-07:00</published><updated>2005-09-16T20:39:14.260-07:00</updated><title type='text'>Buku Buku</title><content type='html'>Tampaknya budaya membaca bangsa ini semakin meningkat. Tampaknya sih. Terlihat dari begitu sesaknya pameran buku yang entah beberapa kali diadakan oleh IKAPI di Yogya. Pameran buku berasa pasar malam atau pasar maling di sepanjang jalan mangkubumi. "Pameran Buku Terbesar" itu judulnya pameran kali ini. Tapi tetap aja beberapa penerbit yang absen mengambil bagian. Mana penerbit favorit lagi. Tapi tak apa, terobati juga dengan diskon yang lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengembaraan mata dengan bimbingan dompet yang pas pasan, akhirnya dapat tiga buku, lumayan buat nyesak nyesakin kamar. Di stand LKiS, ada beberapa buku baru, diantaranya dua buku tentang Ahmadiyah, yang satu adalah buku hasil disertasi Prof. Iskandar Zulkarnain pada Program Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah pada Februari 2000 tentang Ahmadiyah, Gerakan Ahmadiyah di Indonesia. Satu lagi judulnya Mirza Ghulam Ahmad, jihad tanpa kekerasan. Penulisnya lupa. Buku ini sepertinya biografi Mirza Ghulam. Saya beli buku yang pertama. Masih di stand LKiS, dapat buku lama, bukunya Erni Budiwanti, Islam Sasak : wetu telu versus waktu lima. Jalan ke stand gramedia, eh ada obral buku 6000an. Lihat lihat. Obrak abrik. Dapat satu buku, lumayan bagus. Tapi kayaknya gak laku di pasaran, makanya di obral. Judulnya Jalan Keselamatan Dalam Konghucu. Yang nulis juga orang IAIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat buku buku itu dengan kantong yang pas pasan lumayan juga. Ayo membaca! :P&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-112692772535656279?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/112692772535656279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=112692772535656279' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112692772535656279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112692772535656279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/09/buku-buku.html' title='Buku Buku'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-112692496140703228</id><published>2005-09-16T19:35:00.000-07:00</published><updated>2005-09-16T20:30:31.483-07:00</updated><title type='text'>Titi DJ</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5823/1595/1600/intersection.jpg"&gt;&lt;img style="WIDTH: 212px; CURSOR: hand; HEIGHT: 160px" height="204" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5823/1595/320/intersection.jpg" width="250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;Kehidupan di jalan adalah representasi tepat kehidupan manusia sesungguhnya. Disanalah segala emosi dan gambar tertuang dengan apa adanya. Disadari atau tidak oleh manusianya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;Saat di perempatan dan lampu hijau mulai menyala, tiap kendaraan berlomba lomba menarik gas dan berusaha menjadi yang tercepat dari yang lainnya. Entah apa yang mau dikejar. Apa karena memang tergesa gesa atau hanya memenuhi rasa puas jika menjadi yang tercepat. Di jalanan yang sempit, terkadang ada dua orang berbeda kendaraan saling mengobrol dengan tidak menyadari atau sengaja memancing emosi orang yang juga akan menggunakan jalan tersebut. Orang yang merasa terhalangi merasa bahwa mereka harus segera menggunakan jalan yang dihalangi demi mencapai tujuannya. Tapi bentuk ikatan, entah itu persahabatan, kepentingan, atau yang lain kadang menghalangi orang yang memang membutuhkan jalan itu. Di jalan yang lain, bis kota, entah karena merasa besar dan kotor sehingga tidak ada yang berani mendekatinya, menyalip dan berhenti dengan seenaknya dan dengan manis mengeluarkan asap knalpot yang luar biasa hitam, tanpa mengetahui efek yang akan ada bagi orang dibelakang yang menghirupnya. Karena merasa paling diantara yang lain, terkadang manusia menginjak sesamanya. Di jalan yang lain lagi, beberapa mobil mewah memakai separuh jalan hanya untuk menunjukkan identitasnya, tidak mengerti bahwa jalan tersebut akan dipakai oleh orang yang lain. Di pertigaan, perempatan, pemakai jalan terkadang ragu untuk meneruskan perjalanannya, karena gerakannya dibatas oleh kepentingan para pemakai jalan yang lain. Di sore hari, saat manusia sudah merasa cukup melakukan aktifitas sehari hari, dengan memakai jalan jalan itu mereka kembali ke rumah masing masing yang menjanjikan kenyamanan. Tidak ada yang melarang manusia memakai jalan jalan itu, asal mereka patuh akan aturan main yang telah ditetapkan antara mereka demi kebaikan mereka juga. Dengan begitu mereka tidak saling mengganggu dan terganggu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;.Jalan itu adalah kehidupan di dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;Hm..saya jadi berpikir, bagaimana rasanya ketika memakai jalanan dengan tenang, tiba tiba ada yang menendang dan melarang untuk memakai jalan itu,dan ironisnya lagi, yang menendang itu adalah sesama pemakai jalan. Pikiran yang aneh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-112692496140703228?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/112692496140703228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=112692496140703228' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112692496140703228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112692496140703228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/09/titi-dj.html' title='Titi DJ'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-112685556094089306</id><published>2005-09-16T00:26:00.000-07:00</published><updated>2005-09-16T00:26:00.956-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://www.haloscan.com/" title="HaloScan Commenting and Trackback"&gt;Haloscan&lt;/a&gt; commenting and trackback have been added to this blog.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-112685556094089306?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/112685556094089306/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=112685556094089306' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112685556094089306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112685556094089306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/09/haloscan-commenting-and-trackback-have.html' title=''/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-112670922596385866</id><published>2005-09-14T07:23:00.000-07:00</published><updated>2005-09-14T07:51:49.400-07:00</updated><title type='text'>Selamat Jalan, Cak!</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5823/1595/1600/13600470820440l.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5823/1595/320/13600470820440l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nurcholish Madjid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;17 Maret 1939 - 29 Agustus 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Tidak ada kata terlambat untuk mengatakan selamat tinggal. Tidak ada kata basi untuk melayangkan sebuah doa. Tidak ada kata larangan untuk memohon kepada yang kuasa. Bisakah menilai ketulusan dari sebuah prasangka? Bukankah yang baik tetaplah baik walaupun yang lain menilainya buruk, sesat, jahanam bahkan laknat didepan Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Ada yang mengatakan kalau hidup di dunia seperti mampir minum teh (atau kopi?), maka meng-absolut-kan sesuatu yang berada di dunia berarti adalah kejanggalan, bahkan kesalahan. Biarlah apa yang di dunia tetap di dunia. Memang dunia menjadi batu loncatan untuk hidup yang lebih abadi, tapi batu loncatan tidak akan pernah dibawa ketika meloncat bukan? Dan apa yang kau tinggalkan di dunia ini juga akan mendoakan mu kelak. Bukankah doa bukan hanya milik yang bisa mencibir dengan bibirnya? Bahkan batu yang bisu itu pun bertasbih menyebut namaNya. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Ya-Huwa! Sebut Yahudi akan Tuhannya. Tuhan sangat suci, sehingga mulut ini kelu menyebut namaNya. Ia teramat tidak layak dinamakan. Ia tak terdefinisi. Ia tak terbatas. Ia sangat agung. Luas. Bahkan jejaknya tak terhingga berada di bumi ini. Planet yang hanya per semilyar luasnya dibandingkan seluruh ciptaanNya. Manusia hanya bisa menggapai gapai kasihNya seperti orang kehausan di padang pasir menyaksikan takjub fatamorgana. Manusia hanya bisa meraba seperti orang buta yang mencoba mengenal sebuah benda. Tidak ada manusia yang lebih dari makhluk yang melakukan hal tak berdaya tersebut. Kecuali mereka yang merasa di tangannya ada kunci surga. Padahal mereka bohong dan tak sadar. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Tak ada doa yang terlambat. Cak, semoga serpihan serpihan kasih Tuhan yang kau kumpulkan dapat kami olah menjadi bukti kekerdilan kami dihadapanNya. Terima kasih atas segalanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-112670922596385866?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/112670922596385866/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=112670922596385866' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112670922596385866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112670922596385866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/09/selamat-jalan-cak.html' title='Selamat Jalan, Cak!'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16725759.post-112670645249884183</id><published>2005-09-14T06:53:00.000-07:00</published><updated>2005-09-14T07:07:56.756-07:00</updated><title type='text'>Perkenalan?</title><content type='html'>Senang bisa kembali ke dunia cyber untuk menulis. Walaupun yang ditulis adalah hal hal kecil yang ditemui sehari hari, yang penting berbagi cerita mengalahkan rasa rasa inferioritas dan menjawab segala pertanyaan yang berawalan kata tanya "kenapa". Tidak tahu blog ini mau dibawa kemana, tidak spesifik ke permasalahan tertentu, terserah yang membaca menilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap pertemuan pasti ada perpisahan. Tapi tiap pertemuan tidak selalu diawali perkenalan kan?! Yah anggap saja saya hanya orang yang sekedar lewat yang jangankan ingin mengenalnya, menoleh ke arahnya saja tidak, tapi ya jangan begitu banget. Tetaplah meninggalkan kesan, apapun itu. Setidaknya nama? Oh, lihat aja deh di bawah "about me" itu. Pernah dengar? saya harap belum. Memangnya selebritis atau koruptor?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba Tuhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16725759-112670645249884183?l=siapasaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siapasaya.blogspot.com/feeds/112670645249884183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16725759&amp;postID=112670645249884183' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112670645249884183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16725759/posts/default/112670645249884183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siapasaya.blogspot.com/2005/09/perkenalan.html' title='Perkenalan?'/><author><name>Guntur Eko Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13364079184951007096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/72/61/7301627/13016660142696s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
