Beberapa hari yang lalu ketika hendak menonton Sekaten di alun-alun utara, di tengah jalan hampir mendekati perempatan kantor pos besar tiba-tiba terlihat spanduk yang mengumumkan ada pameran foto di Benteng Vredeburg. Dari kos, tujuan awal adalah ingin melihat pameran rakyat tapi malah jadi ke pameran foto. Foto-foto yang ditampilkan adalah karya fotografer Jepang Daisaku Ikeda dan beberapa fotografer Indonesia. Judul dari pameran ini adalah Dialogue with Nature. Sesuai dengan judulnya, objek utama yang ditampilkan tentu saja adalah alam dengan berbagai keindahannya. Daisaku Ikeda mengumpulkan keindahan-keindahan alam yang berserakan itu dari berbagai belahan dunia yang pernah dikunjunginya. Matahari adalah objek alam yang paling banyak diceritakan oleh Ikeda karena menurut profilnya, matahari adalah objek kedua yang mempesona hatinya setelah bulan setelah ia memulai kegemarannya memfoto. Daisaku Ikeda sebenarnya merupakan fotografer amatir yang baru mengenal kamera ketika ia berumur 43 tahun, yaitu pada saat ia mendapatkan hadiah sebuah kamera Nikkon dari seorang temannya. Bulan yang terpantul di sebuah kolam sangat menarik hatinya ketika ia sedang dalam perjalanan menuju kota Hokkaido sehingga ia menghentikan mobilnya hanya untuk mengambil 100 foto pantulan dari bulan tersebut. Daisaku dalam mengambil foto selalu membidiik dari depan dadanya hal ini akunya adalah karena ia mengambil foto melalui hatinya.
Ikeda mengatakan bahwa ia tidak pernah menjadi seorang fotografer professional dan ia hanya ingin berbagi, ia mengatakan, “Saya sangat senang jika saya dapat membagi, walaupun hanya sedikit, kegembiraan saya menyatu dengan kemegahan alam, “cermin dari hati”. Dalam jaman yang kacau seperti ini, adalah penting bagi kita untuk berhenti sejenak dari waktu ke waktu, menghela nafas yang dalam, dan melihat ke kedalaman diri sendiri dan dunia sekitar waktu.” Melalui fotonya, Ikeda seolah-olah ingin mengajak kita bukan hanya mengagumi keindahannya, tetapi juga selalu mengambil pesan yang selalu disampaikan oleh alam kepada kita, yaitu kedamaian dan ketenangan. Betapa matahari yang beredar secara teratur berpadu dengan awan dan sungai akan membentuk suasana yang damai dan indah. Betapa musim yang bergantian secara teratur memanggil bunga-bunga atau mengugurkannya sehingga membentuk pemandangan yang berbeda dengan keindahannya sendiri-sendiri. Betapa betapa ketika panen tiba, alam menyampaikan limpahan dari Yang Kuasa untuk manusia. Dengan alam, seolah-olah Ia selalu dekat walaupun kita tidak merasakannya.
Ikeda menyampakai pesan alam dengan fotonya dan mengajak kita untuk berdialog dengannya. Bagi saya, fotonya tetap lebih dari itu. Foto itu pun mengajak kita berdialog kepadaNya lewat kekuasaan ciptaanNya. “Saya selalu menekan tombol kamera dengan keinginan kuat untuk berdialog dengan alam. Hanya ketika kita, manusia, terhubung dengan alam, kita akan merasa hidup dan bersemangat. Untuk betul-betul dapat dipenuhi dengan hidup, seseorang harus berada di bawah matahari, bulan dan bintang-bintang yang bersinar, dikelilingi oleh pepohonan hijau yang indah dan air murni dari dunia yang alami.”
Saya ingat salah satu firman Allah di Fathir 27-28, Ia menyampaikan hanya orang-orang yang berpengetahuanlah yang takut kepada Allah. Ia berfirman,
“Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat. Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”
Kata ulama disana adalah berarti orang-orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah.
Bagi saya, saat itu Daisaku Ikeda adalah seorang ulama yang berhasil menunjukkan salah satu kekuasaan Allah lewat keindahan alam yang diabadikannya.
Kata Kata Guntur at 2:36 AM
|