Weblog Siapa?

Thursday, November 24, 2005

Oh Perempuan

"Ibu bertemu suami jauh sebelum kuliah. Waktu kita masih berada di kampung. Waktu itu ia ditantang oleh teman temannya untuk kenalan sama ibu. Maklum, ia sangat pemalu. Bahkan sampai sekarang."
"Pasti bapak waktu itu sangat ganteng sehingga ibu akhirnya mau dipinang kan?"
"Tidakkah kamu lihat sampai sekarang kegantengannya masih ada?"
"Hehe iya."
"Setamat SMA, kita berpisah tapi cinta kami tetap tertaut. Ia pergi mencari kerja dan ibu melanjutkan kuliah, tak disangka ia cepat mendapatkan kerja padahal ibu waktu itu masih semester 3."
"Dan saat itu tiba?"
"Ya, bapak melamar ibu. Dan hari pernikahan ditetapkan tak jauh setelahnya. Ibu tetap kuliah dan bapak bekerja."
"Anak ibu yang pertama?"
"Ia lahir tepat 11 bulan setelah hari pernikahan. Bayi yang lucu. Jelas, seluruh cinta kami tercurah pada dia. Anak pertama."
"Dan kuliah ibu?"
"Tak jadi masalah dengan kuliah yang ibu jalani. Bahkan anak itu menjadi mainan baru teman teman ibu di kampus. Tapi, episode hidup kemudian yang menjadi masalah. Bapak dipindahkan kerja ke kota lain. Kuliah ibu harus putus."
"Semudah itu?"
"Pengabdian kepada suami lebih dari segalanya."

Aku tak melanjutkan pembicaraan itu lagi. Aku yakin keputusan ibu itu pasti tidak sesederhana itu. Pasti banyak pertimbangan dan tekanan yang dilakukan dan diterimanya sehingga harus putus kuliah. Aku kenal ibu itu adalah orang yang cerdas. Ia selalu melakukan hal dengan baik, apapun itu. Hanya satu hal yang menjadi kendala ibu itu, ia pernah cerita, yaitu ridho suami. Jilbab yang menutupi tubuhnya menjawab istri seperti apa ia sebenarnya.

Tanpa mengkaitkan dengan peristiwa hidup yang ibu itu jalani walaupun memang ada kaitannya, kemaren malam secara sekilas baca buku Farid Esack. Salah satu babnya adalah pergaulannya dengan orang yang berbeda gender. Bukan isinya yang menarik tetapi kalimat pertama pembuka bab itu. Ia mengatakan bahwa agama agama dunia telah lama dikuasai oleh laki laki, hampir semua aspek agama laki lakilah yang mempunyai peranan penting. Nabi nabi, mufasir, ahli fiqih, teolog, pejuang, bahkan tuhan memakai wujud laki laki dalam kehadirannya di sejarah manusia. Anehnya, perempuan sepertinya menjadi mahkluk yang paling taat dalam beragama. Banyak hal yang harus dilakukan dan banyak hal yang mengikat perempuan demi untuk menjadi umat yang dikasihi tuhan. Jika agama tidak menghendaki, setidaknya tafsir terhadap agama itu yang berbicara kepada umatnya dan wanita kepada khususnya.

Kata Kata Guntur at 3:39 AM

|
Get awesome blog templates like this one from BlogSkins.com