
Kenapa ya kamar mandi atau wc umum biasanya ada peringatan seperti, "Setelah buang air, siram sampai bersih" atau, "jagalah kebersihan dengan memyiram wc sampai bersih." Secara sekilas terdengar wajar ya, tetapi kalau diperhatikan dan dipertimbangkan dengan seksama peringatan itu gak penting penting banget. Manusia adalah makhluk berbudi, berasa dan berakal. Jika ia ingin melakukan sesuatu hal yang menurutnya gak pantas dilakukan di tempat publik, tentunya ia akan mencari tempat yang agak privasi. Sesuatu yang gak pantas dilakukan di tempat umum itu salah satunya adalah buang air. Tempat yang agak privasi itu salah satunya adalah kamar mandi. Nah, jika aktivitasnya saja ia tidak ingin dilihat, apalagi hasil dari aktivitasnya itu. Apalagi kalau sesuatu itu memang tidak layak untuk diperlihatkan ke orang lain. Tentunya ia akan mengubur dan menghilangkan hasil itu secepat dan sebersih mungkin tak berbekas. Kalau bisa bukan hanya bentuk dan warnanya tapi juga aromanya. Jadi hal yang wajar dan tidak usah diperingatkan tentang membersihkan diri dan tempat di kamar mandi. Menurutku sih.
Tapi mungkin juga karena manusia itu bagaimanapun selain berbudi dan berakal tadi, ia juga makhluk yang paling bebal. Plis ya, udah berkali kali banjir bandang dan gempa dengan skala berapapun datang, tetap aja waktu ibadah dipakai untuk ber haha hihi chatting. Udah ada bencana sedahsyat tsunami, tetap aja mengadakan pesta syahwat di tepi pantai. Udah dikasih tau kalau lampu merah itu jangan nerobos, tapi tetap aja ada yang ketabrak mampus di perempatan jalan. Udah dibilang kalau ujian jangan pake sendal, tetap aja ada yang disuruh pulang ganti sendalnya dengan sepatu. Jadi, mungkin peringatan itu hanya perlu bagi orang orang yang sudah merasakan akibat peringatan itu ya. Orang pernah chatting di waktu shalat tiba tiba terkena tsunami, setelah itu tidak akan melakukan hal yang serupa. Orang yang pernah patah tulang kecelakaan karena kelalaian sendiri akan trauma dan walaupun baru lampu kuning udah berhenti ketika di perempatan. Atau orang yang sudah terkena racun berwarna kuning beraroma busuk berbentuk gak beraturan di kamar mandi, tidak akan melakukan hal serupa kepada orang lain. Mungkin manusia harus "jahat" dulu untuk menjadi "baik" dan apa bisa manusia menjadi orang "baik" tanpa menjadi "jahat" jika pada dasarnya manusia selalu belajar dari apa yang dialami sebelumnya dari hidup yang dijalaninya? Memang sih bisa belajar dari pengalaman orang lain, tapi gak asyik ah.
Makasih buat yang menyerempetku kemarin di ring road. Memang jika ingin selamat, kalau mau ngambil jalan harus memperhatikan kanan kiri dahulu. Jatuh itu sakit. Kulit jadi gak mulus.
Kata Kata Guntur at 9:56 PM
|