Weblog Siapa?

Sunday, October 23, 2005

Ketika Khotbah

People killin', people dyin'
Children hurt and you hear them cryin'
Can you practice what you preach
would you turn the other cheek
-Black Eyed Peas
Ditengah merosotnya perekonomian Indonesia, khotbah khotbah agama tidak ikut merosot. Apapun kemasan dan cara penyampaiannya semakin menjadi perhatian. Tidak kalah dengan berita kamar tidur pemain sinetron beberapa episode. Ayat ayat suci diumbar dan aneh aku tak merasakan apa apa. Simbol simbol itu beredar dimana mana dan aneh jiwaku tak tergetar sama sekali. kalimat kalimat itu keluar dengan fasih, dan aneh aku tak tahan mendengarnya berlama lama. Bukan ku tak percaya apa yang mereka katakan, tetapi entah kenapa diriku merasa kering. Ada yang hilang disana. Sesuatu yang membedakan sebuah khotbah penyampai risalah Tuhan dengan tontonan pelepas lelah. Mungkin aku hanya tidak bisa mencium bau bau surga yang mereka semprotkan karena pada kenyataannya yang kuhirup di luar adalah tak lebih harum dari bau comberan. Mungkin aku tidak bisa percaya dengan sorban dan salib mereka karena pada kenyatannya yang berperan adalah bendera dan kursi. Aku menjadi bingung kemana yang suci, sakral, nabi, malaikat, tuhan, pahala. dosa, kitab itu bisa ditemukan.
Kualihkan pandangan, dan di suatu tempat yang jauh disana sepertinya kulihat ada beberapa orang sedang berkumpul. Setelah kuperhatikan siapa mereka, aku tertegun. Benarkah mereka? Kudekatkan diriku berharap bisa mendengar apa yang mereka perbincangkan. Orang pertama dengan antusias memulai pembicaraan, "Saudaraku, sesungguhnya aku sudah menyampaikan kepada orang orang yang percaya kepada risalah Tuhan yang turun kepadaku. Aku mengatakan kepada mereka hal yang sungguh penting." Kupasang telinga untuk mendengarkan lanjutannya, "Ini yang Tuhanku katakan, Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu lakukan? Amat besar kebencian Allah apabila kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu lakukan." Orang kedua kemudian menimpali, "Sungguh benar yang kau katakan saudaraku, pengikutku yang menuliskan ajaranku juga sudah mengetahuinya dan mereka juga menyampaikan kepada orang orang setelahku yang juga mengikuti ajaranku." Orang ketiga bertanya, "Apa yang kau sampaikan?" Orang kedua menjawab, "Aku menyampaikan bahwa orang yang berhati mulia pertama tama mengamalkan apa yang dikhotbahkannya dan baru kemudian mengkhotbahkan apa yang diamalkannya itu." Orang pertama dan kedua mengangguk angguk. Orang ketiga pun urun bicara, "Aku pun tak alpa untuk menyampaikan hal serupa seperti kalian sampaikan kepada orang yang mengikuti ajaranku." Orang pertama bertanya, "Apa yang kau sampaikan saudaraku?" Dengan halus orang ketiga menjawab, "Hati hati akan mulut. Dan bersihkanlah hati karena apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. "
Tampaknya aku menemukan apa yang hilang itu.

Ucapan orang pertama dalam Quran Surat As Shaff 2-3
Ucapan orang kedua dalam ungkapan ungkapan Kong Fu Tse dalam The Analects
Ucapan orang ketiga dalam Matius 15:18-19

Kata Kata Guntur at 10:06 PM

|
Get awesome blog templates like this one from BlogSkins.com